Tuesday, March 8, 2011

FEEL MISSING


Perasaan kehilangan hadir ketika sesuatu yang tadinya ada menjadi tiada. Sesuatu yang sangat dekat, yang telah menjadi bagian dari kehidupan menghilang karena ruang dan waktu yang tak lagi berpihak. Perpisahan sering dijadikan alasan, hingga melahirkan banyak cerita bertajuk penyesalan. Meski sesungguhnya mereka tak sepenuhnya mengerti yang tengah disesali, bahkan terkadang seperti sengaja bersembunyi dibalik alasan yang mereka tangisi. Sejatinya dibalik perasaan kehilangan tersimpan tak sedikit misteri.
Perasaan kehilangan hanya akan tersaji indah dalam wujud kerinduan. Seperti ketika seseorang begitu mengenali bau melati, meski sudah lama sekali dia tak menjumpai. Adalah wajah perasaan kehilangan yang sesungguhnya, yang tak ternoda olah serangkaian kata dusta dibaliknya. Segalanya telah sempurna tanpa ada yang perlu disesali. Kenangan indah di masa lalu lebih layak dijadikan alasan perasaan kehilangan dibanding perpisahan. Wangi bunga akan lestari sepanjang masa meski bunganya telah tak ada. Makna keberadaan tak lagi menjadi harga mati, karena kenangan masa lalu menyisakan serangkaian hikmah yang pantas untuk disyukuri.

+ + + + +

Si bungsu lebih banyak menghabiskan waktunya bersama ibunya yang terbaring sakit. Hari-hari yang sama membuat satu tahun berlalu tanpa terasa. Alam pikiran sang ibu semakin meninggalkan tubuhnya, sementara jiwa berpacu dengan waktu menunggu panggilanNya. Kedua kakaknya yang bekerja di seberang sana terus menjalin komunikasi lewat telepon. Perkembangan kondisi sang ibu dan biaya pengobatan yang diperlukan menjadi pertanyaan yang diulang-ulang. Besar kiriman uang tidak menjadi persoalan, segala yang diperlukan mengalir lancar di sela-sela kesibukkan.
Ketika akhirnya sang ibu berpulang, air mata si bungsu berlangsung tak lama. Meski merasakan kesedihan karena perpisahan, suara tangisnya berlalu singkat dan sangat perlahan. Ketenangan si bungsu mengisyaratkan kelegaan, karena merasakan penderitaan ibunya telah berakhir. Dibalik dukanya tersirat makna, dia tak berlarut-larut menyesali kepergian ibunya.
Kedua kakaknya bersikap sebaliknya. Tangisan mereka menjerit hingga terdengar ke kolong langit. Air mata mengalir tiada henti, kesedihan nan dalam menyeruak ke setiap sudut ruang. Penyesalan jelas tegas tergambar, perpisahan menjadi satu-satunya alasan di permukaan lukisan. Namun perasaan kehilangan tak sepenuhnya menggambarkan keaslian, penyesalan menjelma kabut yang mengaburkan pandangan. Permukaan air tak terlihat jernih, selamanya debu-debu bukanlah penghias permukaan jalan.
Apa yang sesungguhnya mereka sesali ?

+ + + + +

Seorang pejabat penguasa wilayah berangkat kerja jam 8 pagi. Duduk di kursi belakang mobil sedan terbaru dengan pengawalan resmi. Pemandangan kemacetan, wajah para pengemis, dan mereka yang berjualan di tepi jalan menyampaikan harapan perbaikan nasib kehidupan. Memanggil-manggil telinga hati si pejabat dengan jerit rintih memohon keperdulian. Namun si pejabat mengabaikannya, dengan telepon genggamnya dia sibuk berbicara.
Ketika pada pemilihan berikutnya tidak terpilih lagi, si pejabat tenggelam dalam penyesalan. Persaingan dijadikan penyebab kekalahan. Dia tidak pernah mengetahui mengapa rakyat yang mendukungnya berpaling dan meninggalkannya. Dibalik penyesalannya tak sedikit terdengar umpatan dan jerit makian.
Apakah yang sesungguhnya dia sesali ?

+ + + + +

Merry berkata, dia meninggalkan yudha kekasihnya karena selama kehidupan asmara mereka berlangsung yudha hanya sibuk dengan dirinya sendiri. Yudha semakin tidak mengerti ketika merry merasakan keterasingan ditengah kebersamaan. Merry merasa menemani tidak ditemani. Merasa dikuasai bukan dicintai. Menurut merry cinta itu telah hilang meski yudha bersumpah masih mencintainya. Yudha semakin kehilangan kendali ketika merry berkata bahwa yudha hanya mencintai dirinya sendiri. Perpisahan pun tak terelakkan lagi.
Ketika akhirnya yudha patah hati, apa yang sesungguhnya dia sesali ?

+ + + + +

Si bungsu tak banyak kehilangan air mata karena dia ada disaat dibutuhkan. Makna keberadaan menjadi jauh lebih penting dibanding sebanyak apapun kiriman uang. Sang ibu telah lebih dulu merasakan kehilangan ketika kedua kakaknya tak pernah ada ketika kehidupan masih menafasi. Tangisan keduanya adalah wujud penyesalan yang sama sekali tak berarti. Tak sepenuhnya mereka menangisi perpisahan, lebih banyak hanya menangisi diri sendiri.
Yang dialami si pejabat dan yudha lebih ironis lagi. Mereka berdua kehilangan cinta yang ada di depan mata. Rakyat yang memilihnya menjadi tak ada ketika si pejabat sudah duduk di singgasana. Merry menjadi kesepian walau yudha ada dihadapannya.
Cinta ibarat bunga, akan layu dan mati jika tak disirami dengan perhatian yang menyentuh hati. Hidup hanya sekali, sungguh tiada arti jika manusia hanya mencintai dirinya sendiri. Kehilangan yang akhirnya terjadi hanyalah realita, bukan yang sesungguhnya. Perasaan kehilangan telah hadir lebih dulu mendahuluinya. Jangan sampai orang yang kita cintai merasakannya, atau suatu hari nanti kita akan tenggelam dalam penyesalan yang tak berguna.



Aku kehilangan kamu

disaat kamu tak merasakan keberadaanKu
Itulah kehilangan yang sesungguhnya
Aku ada untuk kamu,
dan kamu ada untuk Aku

Perasaan kehilangan adalah siksa
bagi para pemuja Cinta
Biarkan mereka menderita
karena itu pilihannya
Bersama Aku,
kamu menanggungnya



**********************************************************