Friday, December 25, 2009

LEGEND OF THE PET CAT

Herman adalah kucing peliharaan yang kesekian dari majikannya, bahkan nama herman bukanlah yang pertama. Konon ceritanya, herman yang pertama bernasib nahas, dia mati karena terlindas ban mobil akibat kebiasaannya tertidur di bawah mobil yang diparkir di halaman. Mungkin karena faktor sejarah itulah herman yang sekarang dibatasi ruang lingkupnya. Herman hanya bisa menyaksikan dunia luar lewat kaca jendela. Ada apa di luar sana ?

Herman sangat dimanja, fasilitas yang diperolehnya serba kelas satu. Keranjang tidur yang nyaman, makanan serba enak dan tak ketinggalan susu segar kapanpun herman menginginkannya. Majikannya sangat sayang padanya, sering kali kepala herman dielus-elus hingga tertidur. Tidak jarang herman tidur dalam pelukan majikannya. Namun semua itu berubah ketika majikannya menduduki bangku universitas.

Majikannya semakin jarang berada di rumah, terlalu sibuk dengan dunia perkuliahannya. Perhatian untuk herman diserahkan pada pembantunya. Segalanya tak lagi sama, makanan jadi seadanya dan tidak selalu ada, susu segar pun semakin jarang dia temui. Herman semakin sering berada di depan kaca jendela. Di luar sana mungkin lebih baik.

Sesekali dia mendapat jatah makan setelah mencoba mengambil sendiri di meja makan, itupun si pembantu melakukannya dengan setengah hati. Namun usaha kesekian kali dampaknya berbeda, si pembantu mencengkeram leher herman dan membuangnya keluar, hingga teriakan herman tak lagi terdengar. Pintu telah tertutup rapat untuknya. Herman memalingkan pandangannya ke dunia luar yang luas terbentang, barangkali disana akan banyak makanan.

Herman mulai menelusuri jalan-jalan di depannya, pendorongnya sudah pasti adalah rasa lapar. Di setiap jalan yang dilalui, herman sama sekali tidak menemui mangkuk berisi makanan atau susu segar. Ketika herman mendekati seekor kucing yang sedang sibuk membongkar-bongkar tempat sampah, kucing itu menggeram sambil menunjukkan taringnya. Herman urung bertanya, kali ini dia tahu tempat yang dia tuju. Akhirnya di sudut jalan herman menemukan tempat sampah yang lain. Menurutnya tempat itu sepertinya begitu besar namun makanan yang tersedia sangatlah sedikit, itupun tidak dalam wujud yang utuh. Namun itu sudah cukup untuk menghilangkan rasa laparnya. Sebagai pemuas rasa haus sesudah makan, herman memilih air got di samping tempat sampahnya. Sudah pasti tak senikmat susu segar majikannya.

Sesudahnya herman berpaling ke belakang, dia sudah tidak tahu jalan pulang. Herman lebih memilih jalan terbentang di hadapannya, dimana berbagai misteri telah menantinya. Herman memulai babak baru dalam kehidupannya.

+ + + + +

Herman memahami bahwa untuk bertahan hidup dia tidak bisa bergantung pada satu tempat sampah, oleh sebab itulah dia berpindah-pindah. Tidak jarang herman mesti bersitegang dengan kucing lain yang mengincar tempat sampah yang sama. Aturan yang berlaku adalah hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang berkuasa.

Terkadang herman merasa letih dengan hidup yang dijalaninya, segala sesuatu seperti tidak pernah berjalan mudah. Sangat berbeda dengan masa lalu yang serba ada dan tersedia. Namun ketika rasa lapar kian tak tertahan, kenangan masa lalu segera menghilang begitu saja. Berpikir tentang masa lalu tidak menghilangkan rasa laparnya.

Suatu ketika herman tidak mendapatkan makanan hingga sore hari, dia nekat memasuki halaman rumah dan merengek-rengek memohon belas kasihan. Terbersit dalam pikirannya kemungkinan untuk dipelihara. Namun ketika yang diterimanya adalah pengusiran, herman tidak pernah tertarik lagi untuk mencoba cara yang sama. Garis takdir sudah cukup jelas baginya, dulu adalah masa lalu dan dia tidak mungkin kembali. Masa depan dengan segala kemungkinan yang terjadi ada di hadapannya, hanya itu pilihannya. Herman melanjutkan langkahnya.

+ + + + +

Jalan yang dilalui herman kian lebar dan ramai, persaingan antar kucing pun kian ketat, karena kucing yang ditemuinya jauh lebih banyak dibanding lahan makanan yang tersedia. Terkadang herman hanya bisa makan makanan yang tercecer di pinggir jalan, baginya sudah merupakan keberuntungan. Herman menjadi terbiasa dengan rasa lapar, tak ingat lagi dengan susu segar.

Sering kali herman terjaga ditengah tidurnya, keriuhan dan kebisingan di lingkungan barunya tak mengenal batas waktu. Hari demi hari, waktu demi waktu, rasa lapar dan kebisingan telah menjadi bagian dari hidupnya. Kenangan masa lalu kembali melintas dalam pikirannya.

+ + + + +

Suatu hari langkah herman terhenti di sebuah bangunan besar yang yang habis terbakar, sama sekali tak ada gambaran adanya makanan. Ketika dia memutuskan hendak beranjak pergi, tiba-tiba terdengar suara dari dalam sebuah pipa. Suara itu terhenti bersamaan dengan munculnya kepala seekor tikus di ujungnya. Awalnya tikus itu seperti terkejut dengan keberadaan herman, namun dengan percaya diri tikus itu menyapanya, “Hai, kamu pasti bekas kucing peliharaan”

Herman heran, “Bagaimana kamu tahu?”

Si tikus tertawa, “Karena kamu tidak tertarik untuk memangsaku, kamu terbiasa dengan makanan yang tersedia”

Herman masih tidak mengerti, “Bagaimana kamu tahu bahwa kamu bukan makananku?”

Merasa dirinya aman, si tikus keluar dari tempat persembunyiannya sambil tertawa, dia menikmati ketidaktahuan herman, “Semua kucing yang dalam pengawasan majikan hanya akan makan makanan yang layak dimakan, sementara kucing yang tidak mengenal majikan akan memangsa siapa saja yang lemah, termasuk aku adalah salah satunya”

Kali ini herman yang tertawa, “Wah betapa malangnya kamu, kenapa kamu mau?”

Kali ini si tikus menatap herman dengan wajah serius, “Benar yang pernah aku dengar, kucing peliharaan dikuasai sifat lemah dan manja, sama sekali tidak mengenal permainan takdir. Tahukah kamu, mengapa takdir melemparmu ke jalanan?”

Herman terdiam, kata-kata si tikus seperti bermuatan energi yang membuatnya terkesima dan tak mampu berkata apa-apa.

“Agar kamu menjadi lebih kuat, dan menjadi lebih baik. Agar kamu bisa meraih cita-citamu”

“Kalau ini adalah bagian dari permainan takdir, sungguh aku tak bisa menikmatinya. Yang kualami saat ini bukanlah pilihanku, dan aku sendiri merasa tak pernah punya cita-cita”

Si tikus tertawa terpingkal-pingkal, “Lihatlah betapa bodohnya kamu, kamu sungguh-sungguh tak mengenal dirimu. Jangan berbohong pada diri sendiri, jujurlah bahwa sebenarnya kebebasan yang kamu alami saat ini adalah keinginanmu yang dulu. Pada waktu itu mungkin kamu menikmati semua yang serba ada, namun sebenarnya kamu juga menginginkan kebebasan dunia luar yang mungkin hanya bisa kamu saksikan dari balik kaca jendela”

Herman terkejut, “Bagaimana kamu bisa mengetahuinya sejauh itu?”

“Tidak ada satupun makhluk yang mau hidupnya terbelenggu, semuanya merindukan kebebasan. Sebenarnya dirimu menikmati kebebasanmu saat ini, namun itu semua tertutupi oleh kenangan akan kemudahan di masa lalumu. Sehingga sedikit kendala yang sedang kamu hadapi saat ini menjadi terasa berat, akhirnya tanpa sadar kamu menjadi lebih sering mengeluh di setiap langkahmu”

Herman terkagum-kagum, “Luar biasa pengetahuanmu, dari mana asal kearifanmu? Apakah kamu selalu bisa menikmati kebebasanmu yang terbatas, karena sewaktu-waktu para kucing bisa memangsamu?”

Si tikus tersenyum, “Aku mengenal permainan takdirku, menurutku takdirmu jauh lebih baik dariku. Tak ada satupun makhluk yang mau menerima keberadaanku, apalagi bersedia memelihara seperti yang mereka lakukan pada dirimu. Akhirnya aku harus hidup dalam lorong-lorong kegelapan, jika semua makhluk sudah terlelap dalam tidurnya, adalah waktuku untuk melihat dunia. Namun aku menikmatinya, karena mungkin begitulah takdir yang ditetapkan padaku. Jika aku mengingkarinya, kesulitan akan menjadi bagian dari hidupku”

Herman menjadi malu hati, dia sama sekali tidak mengenal kehidupan yang dia jalani. Dia hanya berpikir hidup untuk makan, bukan makan untuk hidup. Hanya makanan yang ada dalam pikirannya, sama sekali tak pernah terlintas dalam benaknya tentang hidup dan permainan takdirnya, “Lalu kemana takdir akan membawamu?”

“Aku tidak tahu, yang bisa kulakukan hanyalah merubah nasibku dengan cara menentukan tujuan hidupku. Sebenarnya aku hanyalah seekor tikus yang beruntung. Tempat tinggalku ini tadinya adalah tempat hiburan, lebih banyak minuman yang tersedia dibanding makanannya. Lalu aku mendengar cerita-cerita tentang sebuah tempat yang dikenal sebagai surganya tikus, mereka menyebutnya restaurant. Aku pun bermimpi ingin sekali mencapai tempat itu, dan ingin menghabiskan semua sisa hidupku disitu. Lalu dikemudian hari datanglah api yang menghanguskan seluruh tempat ini. Aku dan teman-temanku berlari kesana-kemari menghindari amukan si jago merah. Akhirnya aku terpojok diantara geliat api, aku sempat berpikir bahwa mungkin hanya sampai disitulah takdirku. Lalu aku melihat setitik cahaya diantara api, karena terjepit aku tak punya pilihan selain mengikutinya. Ternyata cahaya itu tidak membohongiku, aku selamat hingga kini aku dapat bertemu dirimu. Kamulah yang mengingatkan aku tentang cita-citaku mencari surganya tikus. Mungkin cita-cita itulah yang membuatku masih bertahan hidup hingga sekarang, sementara teman-temanku semua binasa oleh api. Betapa beruntungnya aku”

Herman menggeleng-gelengkan kepala, mendengar cerita pengalaman hidup si tikus yang luar biasa itu, “Bagaimana aku bisa menikmati pilihanku tanpa harus mengeluh?”

“Setiap pilihan selalu ada resikonya, dibalik sebuah kenyamanan selalu tersembunyi ketidaknyamanan, demikian pula sebaliknya. Terimalah, tanggunglah, dengan begitu tanpa disadari kamu belajar bertanggung jawab atas semua pilihan hidupmu. Lalu tetapkan tujuanmu, setiap penderitaan yang kamu rasakan di setiap jalan yang kamu lalui akan terasa lebih ringan, dan lebih mudah menghilang jika kamu mengingat tujuan hidupmu. Anggap saja segala masalah itu sebagai harga yang harus kamu bayar demi tercapainya cita-citamu”

Herman mengangguk-angguk mendengar penjelasan si tikus, “Adakah surga bagi para kucing? Mampukah aku yang bodoh dan lemah ini mencapainya?”

“Ada atau tidak ada bukanlah yang utama, selama kamu meyakini bahwa tempat itu ada, semuanya akan menjadi terasa lebih mudah. Hidup adalah tentang penyikapan, bukan tentang seberapa hebat atau seberapa kuatnya dirimu. Kalau kamu tidak mampu menyikapinya, kekuatan macam apapun bisa berubah menjadi kelemahan yang akan mempersulit dirimu sendiri”

Herman tersenyum, “Betapa beruntungnya aku bisa bertemu dengan dirimu yang membukakan mata hatiku tentang makna hidup dan tujuannya”

Si tikus merendah, “Kita sama-sama beruntung karena dipertemukan, karena pertemuan dan perpisahan adalah bagian dari permainan takdir. Dibaliknya selalu tersaji rangkaian hikmah sebagai bekal perjalanan selanjutnya”

Si tikus menghela napas panjang, “Sepertinya aku sudah terlalu lama disini, kini saatnya tiba bagiku untuk melanjutkan perjalanan. Aku akan kembali mencari surganya tikus”

Si tikus pun segera berlalu sambil mengucapkan salam perpisahan. Herman berteriak mengucapkan kata terima kasih dari kejauhan. Sesudahnya herman melanjutkan langkahnya. Dimanakah surganya kucing ?

+ + + + +

Di suatu siang yang cukup terik, langkah herman terhenti di mulut sebuah gang buntu. Matanya tertuju pada sebuah tempat sampah yang berukuran besar, mungkin ini surganya kucing.

Herman segera berlari mendatanginya. Baru saja herman melompat ke bagian atas dinding pembatas, dari arah berlawanan dilihatnya sekumpulan kucing yang semuanya menggeram dan berlari menuju ke arahnya dengan wajah penuh amarah. Herman segara meloncat turun, setelah sempat terpeleset herman langsung mengambil langkah seribu. Ternyata surganya kucing dijaga oleh mafia kucing.

+ + + + +

Dicekam oleh rasa takut yang luar biasa herman berlari tanpa henti. Dari jalan ke jalan, dari tikungan ke tikungan, dari blok ke blok herman terus berlari tanpa menoleh kebelakang. Yang ada dalam benaknya, sekumpulan kucing itu masih dibelakangnya, mereka semua akan memangsa dirinya. Seiring habisnya tenaga, akhirnya herman berhenti di sebuah gedung tua, tak ada satu makhlukpun di dalamnya. Dengan napas tersengal herman menengok kebelakang, kawanan kucing itu telah menghilang. Herman tidak tahu seberapa jauh dia berlari, dia pun merebahkan diri. Karena tenaganya habis terkuras herman tertidur, dia lupa dengan rasa laparnya. Dalam tidurnya dia bermimpi tentang surganya kucing.

+ + + + +

Menjelang sore hari herman terbangun, dia mencari asal suara-suara yang membuatnya terjaga. Beberapa ekor anak kucing tampak sedang bermain-main tak jauh dari tempatnya. Salah satu dari mereka mendatanginya dan menyapa, “Hai, kamu pasti pendatang baru”

Herman memilih tak menjawab, pikirannya bekerja. Di tempat ini pasti ada banyak kucing, dan dia adalah kucing yang belum dikenal.

“Kamu sepertinya kelelahan dan belum makan, ayo ikut aku” ajak si anak kucing.

Herman berdiri, bangkit dari rebahnya mengikuti langkah si anak kucing, dia teringat dengan rasa laparnya. Teman-teman si anak kucing mengikuti dari belakang mengiringinya.

“Tapi sebelumnya kuperkenalkan dulu kamu dengan ayahku” kata si anak kucing.

Herman menghentikan langkahnya, pikirannya masih belum lepas dari kejaran sekelompok kucing yang akan memangsanya. Jangan-jangan dia akan dijadikan santapan ayah si anak kucing itu.

“Ayo jangan takut, ayahku adalah kucing yang bijaksana” bujuk si anak kucing.

Bujukan si anak kucing menggerakkan kakinya. Mereka tiba di sebuah tempat yang rimbun di samping gedung tua, herman terkejut melihat beberapa ekor kucing dengan wajah tersenyum menyambutnya, kesan bersahabat tampak di wajah mereka. Si anak kucing memperkenalkan herman pada ayahnya yang ternyata pemimpin kucing-kucing di tempat itu. Setelah saling memperkenalkan diri, ayah si anak kucing mempertanyakan asal-usul herman. Herman pun bercerita panjang lebar tentang perjalanan hidupnya. Berawal sebagai kucing peliharaan yang kemudian terbuang, lalu menelusuri jalan kehidupan dengan bertahan melalui tempat sampah satu ke tempat sampah yang lain, pertemuannya dengan tikus yang bijaksana, hingga dikejar-kejar sekelompok kucing yang ingin memangsanya, kemudian dia berlari sejauh mungkin tanpa henti hingga akhirnya dia sampai di tempat itu.

Semua kucing yang ada di tempat itu mendengar cerita herman dengan penuh seksama, mereka terpesona dengan perjalanan hidupnya yang penuh liku namun berujung pada kemampuan bertahan hidup.

Ayah si anak kucing berkata, “Sungguh luar biasa ceritamu, aku mohon kamu bersedia tinggal disini, anggaplah kami sebagai keluargamu. Aku berharap kamu berkenan membagikan cerita hidupmu pada semua anak keturunan kami, agar mereka mengenal makna kehidupan dan permainan takdirnya”

Kata-kata ayah si anak kucing sangat merasuk ke dalam relung hati herman, sudah lama dia tidak merasakan keperdulian hati yang terakhir dirasakannya dari majikannya. Herman terharu, air mata membasahi pipinya.

Sesudahnya herman diajak si anak kucing untuk membuang rasa lapar dan dahaganya. Ketika sampai di belakang gedung tua itu langkah herman terhenti, terkejut dan takjub, dihadapannya terbentang sampah yang begitu luas dan tak bertepi, pembatasnya hanyalah sungai yang mengalir. Herman tak pernah kelaparan lagi.

+ + + + +

Hingga akhir hayatnya herman tak pernah beranjak dari tempat itu, tak hanya karena persediaan makanan dan minuman yang tak pernah ada habisnya, namun juga karena di tempat itu dia menemukan persahabatan antar kucing yang penuh dengan kasih sayang, yang terwujud dalam sikap saling perduli dan saling menghormati. Menurut herman tempat itu adalah surganya kucing.

Sesuai dengan anjuran ayah si anak kucing, di sela waktu herman selalu berbagi pengalaman hidupnya yang panjang dan penuh liku pada semua anak kucing. Dalam setiap ceritanya, herman tak pernah lupa menceritakan pertemuannya dengan tikus yang bijaksana, yang membuka mata hatinya untuk melihat kehidupan dari sisi yang berbeda, bahwa kecewa dan sakit hati andai disikapi dengan cara yang bijak dapat menjadi jalan terbaik untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Tikus pula yang mengajarkan padanya tentang pentingnya sebuah tujuan, agar kehidupan dengan semua masalahnya dapat dilihat dari sisi yang lebih sederhana.

Setelah herman tiada, cerita tentang perjalanan hidupnya terus berlanjut turun temurun, lestari tiada henti, dari generasi ke generasi. Mereka menyebut cerita itu sebagai legenda mantan kucing peliharaan.




Ada arti dibalik arti

ada makna diatas makna

Ada hidup,

ada sejatinya hidup




*********************************


MAFIA WAR


Pada era tahun 60-an, tepatnya sesudah masa fascisme benito mussolini, negeri Italia memasuki sejarah baru. Mereka tidak lagi mengenal istilah diktator akan tetapi sebuah sistem pemerintahan demokrasi liberal yang berada dibawah pimpinan seorang perdana menteri. Namun sesungguhnya italia tidak pernah meninggalkan akar sejarahnya, dimana kekuasaan wilayah masih bergantung pada para capo regim, atau yang lebih dikenal dengan istilah mafia.

Pada masa itu wilayah kekuasaan terbagi pada tiga capo regim, mereka adalah don altobelo, don barzani dan don clemenza. Pengaruh kekuasaan tiga keluarga ini pada pemerintahan italia sangat kuat, bukan rahasia lagi jika pemilihan semua pejabat penting, anggota senat hingga aparat kepolisian tak pernah lepas dari campur tangan mereka.

Diantara mereka bertiga don altobelo adalah yang tertua. Daerah kekuasaannya meliputi italia bagian utara, membujur dari kota milan hingga roma. Kota-kota yang dihuni masyarakat kelas atas dengan basis bisnis legal atau illegal dari pertokoan, tempat hiburan hingga industri, yang menggerakkan lebih dari separuh kekuatan ekonomi italia. Bisa ditebak, don altobelo adalah yang terkaya dibanding dua pesaingnya. Bahkan karena banyaknya koneksi politik yang ada disakunya, don altobelo disebut sebagai capo da capo.

Don altobelo sudah lanjut usia, bahkan sering sakit-sakitan. Operasi jantung bypas terakhirnya adalah pertanda bahwa kematian bisa menjemputnya sewaktu-waktu. Calon pewaris tahtanya adalah vicenzo altobelo. Putra kandung don altobelo ini masih tergolong muda, usianya baru menginjak dua puluh enam tahun. Kegemaran vicenzo berfoya-foya dan emosinya yang mudah meledak-ledak adalah gambaran bahwa dia belum siap untuk menjadi seorang don menggantikan ayahnya. Namun keresahan don altobelo berkaitan dengan tingkah laku anaknya sedikit terobati, karena dia memiliki seorang cansiglieri kelas satu yang sudah seperti putra kandungnya sendiri, antonio de souza. Pada antonio lah don altobelo menyandarkan harapannya untuk mengawal proses suksesi bila saatnya tiba.

+ + + + +

Sedikit orang yang tahu bahwa giorgio barzini adalah seorang fascis, dia adalah pemuja fanatik musolini. Baginya sistem pemerintahan yang baru hanya akan membawa italia pada kehancuran. Itulah sebabnya basis kekuatan don barzini berpusat pada bagian timur dan selatan italia, yang banyak dihuni masyarakat kelas bawah. Dia berusaha keras agar masyarakat selatan yang sosialis bisa bersaing dengan masyarakat wilayah utara yang lebih kapitalis. Untuk itu dia harus berhadapan dengan don altobelo.

Tidak sekali dua kali don altobelo membatasi gerak bisnisnya, baik melalui transaksi legal atau illegal. Bahkan sangat sedikit UU italia yang berpihak padanya, itu semua karena pengaruh kuat don altobelo pada semua anggota senat. Segala keterbatasan itu terkadang membuat don barzani tertekan dan frustasi, dalam kondisi seperti itu dia selalu menyampaikan keluhannya pada istrinya sonia.

Bagi don barzani, istrinya sonia yang telah memberinya sepasang putra dan putri yang masih kecil-kecil itu adalah keberuntungan terbesar dalam hidupnya. Sonia adalah seorang katholik yang taat, dan sering aktif dalam setiap kegiatan di lingkungan gereja. Kesabaran sonia dalam menyikapi berbagai situasi sangat berarti bagi don barzani dalam menjalankan roda bisnisnya. Setiap don barzani mengungkapkan keluh kesahnya, sonia selalu berkata, “Sabarlah giorgio, semua akan sempurna pada waktunya” rosario tak pernah lepas dari genggaman tangannya. Kata-kata itu bak kekuatan magis yang mampu membuat don barzani merasakan kedamaian ditengah-tengah tekanan yang menderanya.

+ + + + +

Santino clemenza adalah don termuda diantara tiga capo regim, usianya sebaya dengan vicenzo, putra don altobelo. Santino mewarisi bisnis keluarga dan resmi menyandang gelar don dua tahun silam setelah kematian ayahnya. Wilayah kekuasaannya adalah bagian barat italia, secara teritori wilayahnya adalah yang terkecil dibanding yang lain. Namun karena cukup banyaknya industri dan masyarakat kaya di wilayah itu, kekayaan bisnis keluarga clemenza masih diatas keluarga barzani. Namun itu semua belum memuaskan santino. Sesuai pesan almarhum ayahnya bahwa perjanjian sicilia tujuh tahun yang lalu sangat merugikan bisnis keluarganya, sebaliknya sangat menguntungkan keluarga altobelo. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa suatu saat akan mengembalikan kejayaan keluarga clemenza yang pernah dicapai kakeknya yang memiliki nama yang sama dengan dirinya, santino.

Santino dengan monica istrinya adalah pasangan muda idola masyarakat italia, mereka menganggap pasangan itu adalah pasangan yang sempurna. Santino yang pengusaha muda dan memimpin bisnis keluarga berdampingan dengan seorang mantan miss italia yang tak hanya cantik tapi juga ramah dan cerdas. Di suatu waktu santino tampak hadir dalam acara resmi bisnis atau politik, dilain tempat monica sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Dikala bersama di suatu acara, tak ada satupun mata yang tak memandangnya.

Santino tak menampiknya, keberadaan monica sangat menunjang kelancaran bisnisnya, dia ikut berperan dalam mengangkat nama keluarga clemenza.

Namun dibalik semua itu, bagi santino monica adalah istri yang membosankan. Segala kesantunannya diluar senantiasa dibawanya hingga kerumah. Penampilannya yang bak putri dalam cerita dongeng membuat suasana di rumah menjadi serba canggung dan kaku bagi santino. Itu semua menjadi alasan bagi santino untuk menjalin hubungan selingkuh dengan seorang reporter olah raga valeria peleggrini. Dimata santino valeria jauh lebih bebas bahkan sedikit liar, tak terkesan malu-malu atau basa-basi, dan yang pasti hangat di ranjang. Dihadapan valeria santino merasa seperti menjadi dirinya sendiri, apa adanya. Selain itu valeria juga sangat sexy dan cerdas.

+ + + + +

Antonio de souza memiliki karakter wajah khas seorang italiano, tulang wajah yang keras, tampan dan bermata biru. Tubuhnya tegap dan atletis. Sikap jarang bicara dan ketenangan yang dimilikinya memancarkan pesona wibawa yang membuatnya disegani kawan ataupun lawan. Banyak wanita cantik yang terpikat padanya, namun tidak sedikit yang patah hati karena ditolak cintanya. Disamping perannya sebagai orang kepercayaan keluarga altobelo, antonio tak pernah jauh dari gosip yang berkaitan dengan wanita-wanita cantik di sekitarnya. Suatu ketika dia digosipkan dengan cassandra mantovani, seorang pengacara cantik yang terkenal membela kasus-kasus mafia, dilain waktu dia digosipkan dengan super model italia yang cantik dan sexy bianca massaro. Namun gosip-gosip itu berlalu begitu saja. Karena tidak ada satupun yang tahu bahwa antonio de souza terlanjur jatuh hati pada seorang wanita asal kota kecil trevio yang letaknya di tepi laut dan sangat jauh dari hiruk pikuk kota besar. Wanita itu bernama andrea castellini.

Antonio sangat mengagumi kesederhanaan andrea, sikap dan cara bicara yang jujur apa adanya membuat antonio tak mampu berpaling pada yang lain. Sangat jauh berbeda dengan wanita-wanita cantik yang dikenalnya di kota besar yang menurutnya lebih sering terkesan berpura-pura. Meskipun antonio sendiri sampai detik itu masih merahasiakan nama dan pekerjaannya yang sebenarnya. Dia tak ingin hubungannya dengan andrea yang sudah terjalin cukup baik selama ini menjadi terganggu karena nama dan reputasinya. Antonio sendiri tidak tahu sampai kapan dia akan merahasiakannya, kapan atau bagaimana dia akan mengungkapkan jati dirinya.

Antonio tidak mengingkari, bahwa hubungannya dengan andrea adalah cinta antara dua dunia yang berbeda.

+ + + + +

Dimata antonio de souza, don altobelo adalah bos, ayah sekaligus guru bagi dirinya. Wawasan yang dimiliki don altobelo sangat luas, dan sangat bijaksana dalam membaca sebuah situasi, sehingga dalam situasi apapun pikirannya mampu melahirkan keputusan-keputusan yang strategis. Bagi antonio, don altobelo adalah seorang capo regim sejati. Namun ketika melihat kondisi fisik don altobelo yang kian jauh menurun antonio pun menjadi resah, keresahannya ini disampaikannya pada don altobelo pada suatu malam di ruang kerjanya sebelum beristirahat.

“Ayah, aku mendapat informasi bahwa pada saat ini keluarga barzani dan clemenza merekrut prajurit-prajurit baru dalam jumlah banyak”

Don altobelo tersenyum, “Tony boy, dimasa mendatang negeri ini akan menjadi semakin kapitalis seperti negeri-negeri tetangga, dan itu tak akan dapat dihindari. Aku akan lebih membutuhkan pengacara-pengacara handal agar bisa menjadi seorang cansiglieri hebat seperti dirimu”

“Apakah ayah tidak memperhitungkan mereka sebagai ancaman dikemudian hari ?” tanya antonio dengan nada rendah.

“Antono, tahukah kamu tentang arti keseimbangan ? Sebenarnya sangat mudah bagiku untuk menyingkirkan mereka, namun aku memilih membiarkannya dengan alasan-alasan tertentu. Sebagian masyarakat italia selatan masih setengah hati menerima pembaharuan, biarlah itu untuk sementara waktu menjadi beban barzini. Kalau industri-industri sudah memasuki wilayah selatan, fascisme akan sirna dengan sendirinya. Pada saat itu barzini akan lebih sibuk dengan musuh-musuh barunya”

Antonio tersenyum, dalam hatinya dia memuji kejeniusan gurunya dalam membaca situasi, “Bagaimana dengan keluarga clemenza?”

“Santino masih terlalu muda, dia hanya memikirkan bisnisnya sendiri. Dia kurang perduli dengan masalah-masalah negeri ini, itulah sebabnya birokrat menjaga jarak dengannya. Katakan padaku, bagaimana dia bisa mengembangkan bisnisnya? Ingatlah pada pertemuan dua bulan lalu, ketika dia bermaksud meminta salah satu koneksi politik keluarga kita. Aku tak memberinya, karena dia lakukan itu semata-mata demi kepentingan bisnisnya sendiri. Itu semua sudah cukup bagi kita untuk membaca kelemahannya. Dia bukan ancaman serius antonio”

Antonio mengangguk-angguk, baru saja don altobelo mengajarkan padanya tentang bagaimana menentukan sikap bisnis berdasarkan visi yang jelas setelah membaca situasi secara keseluruhan. Sesudahnya antonio memapah don altobelo menuju kamar tidurnya.

Ketika hendak berpamitan, don altobelo memegang tangannya sambil berkata, “Aku tahu yang meresahkan hatimu antonio. Suatu saat mungkin akan terjadi beberapa perubahan yang berujung pada keseimbangan baru. Aku percaya dengan seluruh kemampuanmu kamu akan berperan besar dalam terbentuknya keseimbangan baru itu”

Kata-kata itu terlalu sulit dipahami antonio, dia memilih menganggukan kepala dan berpamitan pulang.

+ + + + +

Pukul dua dini hari don altobelo mengalami gangguan jantung dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun don altobelo tak mampu lagi bertahan lebih lama, pukul tiga pagi dokter pribadinya menyampaikan kabar bahwa don altobelo telah tiada.

Berita kematiannya tersebar begitu cepat ke seantero italia, bahkan telah sampai ke telinga don barzini dan don clemenza. Acara pemakamannya berlangsung besar-besaran, semua media meliputnya. Beberapa pejabat dan tokoh-tokoh penting tampak hadir untuk mengantar don altobelo menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.

Seusai pemakaman, di ruang kerja pribadi don altobelo sedang terjadi sebuah ritual lama yang telah berlangsung turun temurun. Di ruang itu vicenzo altobelo sedang duduk di kursi mendiang ayahnya, sementara para pengikut setia keluarga altobelo bergantian mencium tangannya. Yang pertama melakukannya adalah antonio de souza.

Vicenzo altobelo telah resmi menjadi seorang don, menjadi pemimpin bisnis keluarga dan resmi sebagai capo regim yang baru.

Tamu pertama yang diterima vicenzo altobelo adalah utusan don clemenza, dia menyampaikan tawaran tentang kemungkinan diadakannya sebuah perundingan untuk memperbaiki perjanjian sicilia yang telah disepakati tujuh tahun silam.

Seperti sudah diduga vicenzo langsung emosi, sebelum meledak antonio menenangkannya dan berkata pada utusan don clemenza, “Dengan segala hormat tolong sampaikan pada don clemenza, sebagai bentuk rasa hormat kami pada mendiang don altobelo, untuk sementara ini kami tidak akan membicarakan masalah bisnis dengan pihak manapun”

Sepulang utusan itu vicenzo melanjutkan ledakan amarahnya disertai sumpah serapah. Dalam pikiran antonio de souza, tekanan itu telah dimulai.

+ + + + +

Perang-perang kecil telah dimulai, antonio de souza lebih sibuk menenangkan vicenzo altobelo, “Sabarlah vincent, mereka melakukan itu hanya agar kita mau berunding, bola masih di tangan kita”

Sementara di kota Napoli don barzani sedang mencermati perkembangan situasi, berpikir keras mencari celah yang tepat untuk memulai sebuah langkah besar.

+ + + + +

Santino clemenza tengah terbaring bertelanjang dada, tangan kirinya memeluk mesra valeria yang merapatkan tubuhnya tanpa batas, mereka habis bercinta. Mata santino menerawang ke langit kamar, memikirkan kegagalan usahanya untuk memaksa keluarga altobelo untuk mengadakan perundingan. Dia kehabisan akal, gangguan-gangguan kecil yang dilakukannya tak menghasilkan apa-apa. Kekuatan yang dimilikinya sangat terbatas untuk membuat tekanan yang lebih besar, semua yang ada dalam pikirannya ditumpahkan pada valeria.

Valeria tidak mengubah posisinya, dengan kepala yang masih bersandar di dada santino dia berkata, “Kekuatanmu mungkin tidak sebanding dengan keluarga altobelo, namun jika kamu berhasil membujuk don barzani untuk bergabung mungkin hasilnya akan berbeda. Tawarkan saja kesepakatan politik kepadanya, sementara jalur bisnis tetap menjadi milikmu”

Santino melepaskan pelukannya, kedua tangannya memegang wajah valeria sambil tersenyum berseri-seri, kemudian mencumbunya. Mereka bercinta lagi.

+ + + + +

Pada malam sebelum berangkat menuju pertemuannya dengan santino clemenza, don barzani berkata pada istrinya, “Sonia, mungkin saatnya sudah semakin dekat”

Istrinya berkata, “Aku akan mendoakanmu giorgio, semoga Tuhan menyertai setiap langkahmu”

Don barzani pun melangkahkan kakinya dengan kemantapan hati. Sementara sonia merasakan kegelisahannya semakin menjadi-jadi, diapun menggenggam erat rosarionya, dan berdoa.

+ + + + +

Serangan dari dua arah tersebut cukup memecah konsentrasi antonio de souza, namun dia lebih sibuk mengendalikan emosi vicenzo altobelo, “Tenanglah vincent, jangan terpancing dulu. Sekarang bukanlah saat yang tepat untuk balik menyerang. Biarkan mereka lebih dulu merasa sia-sia dengan usahanya, karena mereka tahu bahwa bola masih ditangan kita”

Meskipun jengkel, vicenzo mengakui kebenaran kata-kata antonio. Dia kagum dengan kejelian antonio dalam membaca situasi, tidak salah jika ayahnya mempercayainya sebagai cansiglieri.

+ + + + +

Sudah satu minggu serangan bersama dilakukan, namun masih belum ada tanda-tanda dari keluarga altobelo untuk mengadakan perundingan. Bahkan kepolisian kian ketat menjaga semua tempat bisnis keluarga altobelo. Santino clemenza membaca perkembangan situasi itu dari koran pagi dengan perasaan jengkel, namun dia memendamnya karena sedang sarapan pagi dengan istrinya monica.

“Tahukah kamu suamiku, siapa yang kutemui tadi malam di acara amal penggalangan dana bagi anak-anak korban perang?” tanya monica.

Santino menaikkan alisnya tanda tidak tahu.

“Antonio de souza” jawab monica sendiri “Dia sangat kharismatik. Aku percaya dia menyimpan kecerdasan yang luar biasa, sangat wajar jika don altobelo mempercayakan semua urusan bisnis keluarga kepadanya”

Santino mengangguk sambil tersenyum sebagai tanda mengiyakan kata-kata istrinya, berusaha menahan perasaan cemburu. Istrinya sudah sering kali memuji kelebihan orang lain, namun kali ini berbeda karena yang dipuji adalah musuhnya.

Namun setelah beberapa lama, senyum santino mengembang. Diciumnya kening istrinya dan segera beranjak pergi. Disitulah kuncinya, disitulah jawabannya, dia tahu apa yang harus dilakukan.

+ + + + +

Antonio de souza dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi andrea kekasihnya, sudah pasti lewat jalur khusus yang tidak diketahui orang lain dan dengan penyamaran yang sempurna. Dia tidak ingin andrea ikut terancam karena resiko pekerjaannya. Masalah-masalah yang dihadapi keluarga altobelo akhir-akhir ini cukup memusingkan dirinya, setelah pertemuannya dengan andrea, antonio merasa jauh lebih tenang. Wajah cantik andrea dan segala kesederhanaannya mampu meluruhkan semua beban pikirannya. Yang lebih istimewa andrea memberinya hadiah sebuah topi baretta, untuk mengganti topi baretta yang lama yang biasa dia pakai setiap mengunjungi andrea. Katanya topi baretta antonio yang lama sudah terlihat jelek.

+ + + + +

Telepon berdering ketika antonio sampai di rumahnya, vicenzo mengajaknya bermain golf atas undangan enzo pelizoli seorang pejabat senat. Antonio segera pergi ke rumah kediaman keluarga altobelo tanpa berganti pakaian, menurutnya pakaian santainya sudah sesuai, terlebih topi barunya. Ketika mobil antonio telah sampai di muka pintu gerbang kediaman keluarga altobelo, beberapa orang mengawasinya dari kejauhan, antonio tak menyadarinya, mobilnya meluncur ke halaman seperti biasanya. Vicenzo sudah menunggu, dia menyambut antonio dengan senyum khasnya, wajahnya sangat mirip mendiang ayahnya. Ketika hendak berangkat, mata vicenzo tertuju pada topi Antonio, “Hey, topimu bagus boleh kucoba?”

Setelah mengenakannya dia bertanya, “Bagaimana kelihatannya? Apakah sudah mirip dengan pemain golf pro?”

Antonio tersenyum, “Kamu mirip sekali dengan ayahmu waktu masih muda”

Mereka tak ingin membuang waktu lagi lebih lama, segera melangkah menuju mobil dengan pengawalan ketat seperti biasa. Namun vicenzo lupa mengembalikan topinya, antonio pun segan mengingatkannya. Perjalanan iring-iringan dengan dua mobil pengawal itu pada awalnya lancar-lancar saja, namun ketika memasuki sebuah perempatan jalan tiba-tiba sebuah mobil berhenti mendadak di depan mobil pengawal yang di depan, tak ayal terjadi tabarakan beruntun antara mobil yang ditumpangi vicenzo dan antonio dengan mobil pengawal yang di depan maupun belakang. Insting antonio mengingatkan tanda bahaya, bersamaan dengan tabrakan itu sebuah sepeda motor melintas di samping mobil tepatnya disisi vicenzo altobelo sambil melepas beberapa tembakan yang memecahkan kaca jendela, dengan gerak cepat antonio menunduk dan tiarap ke lantai mobil. Dia sempat melihat kepala vicenzo dengan topi baretanya bersimbah darah, vicenzo altobelo mati tertembak tepat di kepalanya. Sesudah itu para pengawalnya sibuk melindunginya dengan senjata otomatis ditangan. Namun tak ada lagi serangan susulan. Antonio segera memutuskan untuk pulang ke rumah pribadinya, berikut jasad vicenzo altobelo.

Dalam perjalanan itu antonio berpikir keras untuk memahami situasi mengerikan yang baru saja terjadi. Dia mengurutkan semua kejadian sebelum peristiwa itu, akhirnya dia mengerti, jelas baginya bahwa dialah yang sebenarnya diincar oleh si pembunuh. Topi andrea telah menyelamatkan nyawanya.

+ + + + +

Hampir satu jam waktu yang dihabiskan antonio de souza untuk berpikir menentukan langkah-langkah yang harus diambil. Dia merenungkan semuanya, masa lalu, bisnis, keluarga altobelo dan kehidupan pribadinya. Dia harus bergerak cepat.

Langkah pertamanya adalah memanggil seluruh jajaran direksi semua unit usaha keluarga altobelo. Antonio menyuruh mereka menyusun draft dewan komisaris sebagai pengelola bisnis keluarga altobelo yang sah. Dalam draft itu tidak tercantum nama antonio de souza.

Sesudahnya dia menyentuh gagang telepon dan menghubungi beberapa orang dekat yang merupakan koneksi politik keluarga altobelo. Semuanya merujuk pada suatu pertemuan rahasia secepat mungkin.

+ + + + +

Gereja fransiscus de arsisi terletak di pinggir kota Milan, sebuah gereja kuno dengan latar belakang pemandangan alam yang indah. Di halaman samping gereja telah berkumpul beberapa orang penting italia. Mereka duduk di kursi masing-masing menghadap sebuah meja panjang yang telah disediakan. Selain antonio de souza mereka adalah inspektur polisi emilio tardini, pemilik media cetak dan televisi la gazetta stefano mondonito, staf menteri keuangan roberto bazagli, anggota senat mario tardeli dan sudah pasti Bapa cesare andolini. Mereka adalah orang-orang yang sangat dekat dan memiliki hutang budi dengan mendiang don altobelo.

Setelah Bapa cesare andolini selesai membuka pertemuan itu dengan doa, inspektur emilio tardini buru-buru memecahkan suasana, “Oke toni, katamu kamu punya usulan penting untuk menyelesaikan segala kekacauan ini”

Antonio pun menjelaskan semuja rencanannya, sangat detail dari awal hingga akhir. Dia memaparkannya dengan sangat cermat, tak ada satupun yang terlewatkan, termasuk segala dampak yang akan terjadi. Semuanya merujuk pada suatu kepentingan yang lebih besar, untuk negri italia. Antonio mengakhirinya dengan kata-kata, “Demi keseimbangan baru”

Semua yang hadir termanggu dan kagum pada antonio, mereka semua tahu bahwa itu adalah pilihan yang sulit. Namun mereka juga mengakui kehebatan rencana itu, dan mungkin itu adalah jalan keluar yang terbaik.

Setelah terjalin kata sepakat, satu demi satu mereka menyalami dan memeluk antonio de souza. Sewaktu bersalaman inspektur polisi emilio tardini bertanya, “Toni, apakah kamu sungguh-sungguh akan melakukannya?”

Antonio mangangguk mantap, lalu memeluk inspektur polisi itu sambil berkata, “Aku mengandalkanmu emilio”

Sesudah mereka semua pergi, antonio de souza melangkah kedalam gereja didampingi Bapa cesare andolini untuk melakukan pengakuan dosa.

Pada akhirnya antonio de souza mengerti pesan terakhir mendiang gurunya don altobelo.

+ + + + +

Setelah mendapat laporan tewasnya antonio de souza, malam harinya Santino clemenza merayakannya dengan kekasihnya valeria. Setelah bercinta beberapa kali, dini hari santino buru-buru pulang karena teringat paginya dia mesti menemani istrinya monica untuk persiapan peresmian butik barunya.

Ketika sampai di balik pintu santino terlambat menyadari bahwa orang-orang yang berjaga dibalik pintu bukan pengawal-pengawal pribadinya. Dua peluru bersarang di dadanya, ketika dia mencoba untuk bereaksi peluru ketiga menembus kepalanya. Santino clemenza tewas tersungkur di depan pintu apartemen kekasihnya.

+ + + + +

Don barzani sudah mendapat kabar tentang kematian antonio de souza beberapa jam sebelumnya dari santino clemenza. Namun dia lebih suka memastikannya melalui koran pagi yang memuat berita kematian tragis antonio de souza sebagai headline, terlebih berita itu disampaikan secara resmi oleh temannya inspektur polisi emilio tardini. Dia segera memberi kabar enzo pelizoli, bahwa rencana mereka berhasil. Enzo pelizoli yang juga pendukung fascis ikut merasa senang, meskipun hanya mendapat peran kecil mengajak don vicenzo altobelo dan antonio de souza bermain golf. Yang lebih penting dia bisa membalas budi pada don barzini yang telah banyak membantu karirnya.

Don barzini tampak bersemangat pagi itu, dia akan mengadakan pertemuan dengan koleganya untuk membahas langkah besar selanjutnya, karena salah satu penghalang besarnya telah disingkirkan. Sebelum pergi dia mencium kening istrinya, “Sonia, sepertinya saatnya telah tiba”

Istrinya hanya tersenyum, tidak berkata apa-apa, jantungnya berdegup kencang. Setelah suaminya pergi dia berdoa, rosario masih tergenggam erat di tangannya.

Sesampai di tempat pertemuan, don barzani berpelukan dengan sesama kompatriotnya sambil berbagi senyum. Bagi mereka kematian antonio de souza adalah pertanda bahwa keluarga altobelo sudah bukan lagi penghalang bagi mereka.

Ketika mereka sudah duduk di kursi masing-masing dan bersiap untuk memulai pertemuan itu seorang polisi masuk ruangan membawa sebuah bingkisan. Dia hanya berkata, “Dari inspektur emilio tardini”

Bersamaan dengan diterimanya bingkisan itu oleh don barzini sebuah ledakan yang sangat keras terdengar dari ruangan itu. Ledakan itu tak hanya membuat gedung itu menjadi puing-puing, namun juga menewaskan semua yang ada di dalamnya, termasuk don barzini. Di tempat lain, sonia barzini menghentikan doanya, karena rosarionya terjatuh.

+ + + + +

Berita di koran keesokan paginya lebih heboh dibanding sehari sebelumnya. Kematian tragis sejumlah orang yang diduga organisasi pengikut fascisme termuat di head line, organisasi pendukung nasionalis moderat mengaku bertanggung jawab atas perbuatan itu. Organisasi itu juga bertanggung jawab atas anggota senat enzo pellizoli yang ditemukan tewas tergantung di rumah mewahnya.

Berita lain adalah kematian dua capo regim santino clemenza dan vicenzo altobelo, inspektur polisi emilio tardini menyampaikan pernyataan resmi bahwa kejadian itu karena persaingan bisnis antara keduanya. Santino dipastikan mati tertembak, sedangkan vicenzo altobelo mati karena bom yang meledak di dalam mobilnya.

Semua kejadian itu menandakan, tak ada lagi capo regim di italia.

+ + + + +

Setahun telah berlalu, italia tengah memasuki musim semi. Suasana di tepi pantai kota trevio tampak cerah, sekumpulan burung camar yang sesekali hinggap di tepi laut memperindah pemandangan alam khas trevio. Sebagian orang berjemur atau berenang di laut, sebagian lagi memenuhi café de amore untuk makan atau sekedar minum kopi.

Andrea castelini si pemilik café sibuk menebar senyum di meja kasir, sementara suaminya tampak sibuk bersama para juru masaknya. Sesekali mereka saling beradu pandang dengan senyum penuh arti. Tidak jarang teman-teman andrea memuji ketampanan suaminya, bahkan ada seorang temannya yang berkata wajah suaminya setampan antonio de souza. Biasanya andrea hanya tersenyum atas segala pujian itu, dia mengerti bahwa suaminya merasa kurang nyaman dengan segala pujian yang dialamatkan kepadanya. Namun dia tidak perduli dengan apapun kata orang, baginya satu-satunya orang yang dia cintai dan yang mencintai dirinya adalah suaminya ernesto signori, bukan antonio de souza, bukan siapa-siapa.




Sebagian berkata wanita adalah penghias cerita

yang memberi sentuhan keindahan pada kehidupan

Namun disitulah letak kekuatannya,

keberadaannya mempengaruhi jalannya cerita

dan menentukan akhir peristiwa

Segala daya akan sirna dihadapan ketidakberdayaan

segala kekuatan akan pudar dihadapan kesederhanaan

begitulah adanya




Especially for all my best friend in the past,

with all my respect




**********************************************************