Tabib itu akhirnya terpojok di sudut ruang, semua dindingnya berwarna jingga kemerah-merahan. Meski nafasnya masih tersengal kata-kata dari mulutnya jelas terdengar.
“Siapa sebenarnya kamu, mengapa terus membututiku”
“Aku adalah kamu, aku adalah bayanganmu. Kegelisahanmu mengusik keberadaanku”
“Kegalauanku adalah keterbatasanku pada yang tak bisa disembuhkan, pada mereka yang menggantungkan padaku sejuta harapan”
Bayangan itu tertawa, “Disanalah tahta persemaianku, tempat aku mendengar semua ratapanmu, ruang bagiku memberdayakanmu. Namun kini dirimu membebaniku dengan semua cerita yang tak mungkin kusatukan dalam satu lagu”
Tabib itu terdiam sejenak, menyadari sesuatu telah mengambil alih kegelisahan yang menghantui pikirannya, “Andai kamu benar, andai kamu seperduli itu, kemana mestinya beban itu kualihkan?”
“Saatnya kamu memperbaiki perspektifmu. Menelusuri perjalanan panjang bunga teratai, singgasana jiwamu menari di taman air”
“Genggamlah tanganku, dan pejamkan matamu”
+ + + + +
Ketika membuka mata, tabib itu berada di atas awan berteman sang bayangan. “Inilah negri asalku, tempat terindah untuk melihat lelikuan kehidupan. Lihatlah masa-masa bahagiamu, agar kamu mengetahui hikayat asal muasal dan memahami makna keteduhan”
Dari balik awan sang tabib melihat bayangan dirinya di kedalaman air, tampil perlahan di permukaan. Muncul mengembang tiada tertahan, keindahan sejati lukisan alam. Menggapai mereka yang menderita demi kesembuhan, dari waktu ke waktu sejak dahulu. Dari generasi ke generasi, abadi lestari hingga kini.
Hukum sebab akibat tergelar pada mereka sebelum dan sesudah kesembuhan, mengiringi perjalanan takdir bunga teratai. Hidup dan mati menjadi bagian keberadaannya, bagian dari rencana Yang Maha Besar.
Bunga teratai menyatu dalam tubuhnya, teduh bersinar di kedua bola mata. Menebar pesona keyakinan dibalik senyuman, sentuhan jemari setia melanggam tembang keajaiban.
+ + + + +
“Kapan terakhir kali dirimu melihat indahnya hujan?”
Awanpun menjatuhkan buih-buihnya, jatuh bergemuruh membuyarkan semua keteduhan. Seketika suka cita beralih nestapa.
Dari balik hujan sang tabib melihat dirinya diantara sekian kesedihan, tenggelam diantara isak tangis berpeluh penyesalan. Nelangsa hati meratap panjang tiada berkesudahan, menggapai perasaan bersalah yang menari-nari di sudut ruang ketidakberdayaan. Bunga teratai tak berkenan hadir di permukaan. Sepi sembunyi di kedalaman air, hanya termanggu menanti datangnya panggilan alam. Tiada beda dengan tariannya di alam terbuka, teman sejatinya hanya udara. Takdir berlaku seiring perjalanan sang bunga.
Perjalanan sebab akibat kembali tergambar di permukaan layar, bahwasanya segala sesuatunya telah digariskan. Semua telah berjalan sempurna sebagaimana kehendakNya. Mengusik atau mengubahnya hanya akan mengganggu keseimbangan alam. Merusak keindahan cerita yang telah direncanakan sejak semula.
Hujan tiba-tiba berhenti, sekejap langit beralih senja. Kehampaan diam-diam meraja, saat perasaan di atas perasaan telah berhenti berbicara. Sang tabib terdiam dalam keheningan berselimut ribuan makna. Kini tak ada lagi kegalauan dan tak ada lagi pertanyaan. Yang tersisa hanya jawaban di atas jawaban.
“Itulah dirimu yang sebenarnya, hampa tiada daya. Jalani hidupmu, terimalah panggilan alam padamu. Jadikan dirimu bagian dari permainan takdirNya, kamu akan baik-baik saja.”
+ + + + +
Sang tabib terbangun dari tidurnya. Suara ketukan pintu dari seorang mantan penderita menghentikan mimpinya. Ucapan terima kasih dia terima sewajarnya, senyum tertahan tergambar untuk setiap pujian. Kini tak ada lagi kebanggaan, hanya rasa syukur yang menari di kedalaman hati. Karena dia telah mengerti kemana sebenarnya pujian dialamatkan.
Selebihnya hanyalah keberadaanya sebagai perantara. Cara sederhana menjalani perannya, adalah jalan terindah untuk menikmati permainan takdirNya. Bersama teratai sang bayangan, bergayut mesra mempercantik kehidupan. Sampai pada batas waktu, saat teratai beralih pada yang terpanggil untuk menerimanya. Demikian seterusnya.
Untuk jiwa yang suci,
dalam diri mereka yang terlahir
dan terpanggil untuk mengabdi
**********************************************************


1 comment:
Lotus is A Virgin Flower, which have thousand secret of nature life. Lotus always life on swamp can't life at pure water. That's a miracle which create by God and bring a message for human, become A Lotus in your heart. Until you can understand the meaning of yourself. Dont reject your own Lotus but follow it. Any question dont have answer but dont forget about following your pure heart. find your true self in Lotus. Suzaku just want to sharing. Suzaku apologize for any wrong write cause suzaku still learn and find that Lotus in own heart, perhaps Lotus can blossom in every body heart. Thank You for Kriss Gong kindness cause he giving knowledge of life. Two thumb's up for Kriss Gong.
Post a Comment