Di tengah laju peradaban dunia yang lebih menghomati kemenangan dibanding kekalahan ini, tak ada satupun makhluk di dunia yang tidak mengenal el diavolo yang super sakti dan tak terkalahkan. Dia selalu memenangkan setiap pertempuran yang dilakoninya, baik di bidang politik, bisnis, sosial budaya dan semua bidang kehidupan. Sepak terjangnya tak pernah luput dari perhatian semua media di seluruh penjuru dunia.
Setiap gerak dan pikirannya selalu dicermati oleh semua yang memujanya. Dalam hal strategi dia jagonya, dalam deal bisnis dia pakarnya, dan yang paling penting dalam menaklukan dan menguasai pikiran lawan dia adalah masternya. Dia sama sekali tak mengenal kekalahan. Dimata pemujanya, el diavolo adalah pemenang sejati.
Rumah kediamannya adalah sebuah istana mewah di puncak bukit karang yang terjal. Bangunannya sangat megah, di dalamnya sudah pasti sarat dengan perabot yang serba mewah. Tak ada satupun tanaman dan tak ada pula hewan piaraan, semua serba materi. Bagi el diavolo yang layak menjadi piaraannya hanyalah makhluk hidup yang bernama manusia. Setiap ruang dalam istananya, dari ruang tamu, ruang santai hingga kolam renang, selalu tersedia sepasang manusia dengan pakaian serba minim. Mereka semua siap melayani apapun yang diminta oleh majikannya yang sangat berkuasa.
Penampilannya sangat tenang dan penuh percaya diri. Namun menyebarkan aura yang menakutkan bagi semua lawan-lawannya. Gaya bicaranya pun tenang dengan daya pesona yang luar biasa. Tak ada yang tak terjerat akan kharismanya. Tenang, berwibawa, mempesona sekaligus menakutkan.
Ketika el diavolo mengadakan jumpa pers dan mengumumkan akan pensiun dari dunia persilatan, sudah pasti beritanya dieksploitasi besar-besaran oleh semua media. Berita ini menggegerkan seisi jagad raya. Yang lebih mengebohkan lagi, sehari sesudah jumpa pers atau hari pertama dalam masa pensiunnya el diavolo akan berbagi rahasia pada para pemujanya tentang rahasia suksesnya melalui sebuah pameran agung di world trade centre. Dia akan memamerkan semua senjata pusaka rahasianya yang selalu dia gunakan dalam memenangi setiap pertempuran. Tidak cukup sampai disitu, el diavolo juga akan menyediakan sesi tanya jawab bagi mereka yang ingin bertanya sekaligus mempelajarinya.
+ + + + +
Seperti sudah diduga, pameran itu sangat dibanjiri pengunjung. Antusiasme bertebaran di setiap sudut ruang, perusahaan-perusahaan berkaliber internasional semua berdatangan. CEO Lintah Darat United dan CEO Money Laundry Corp datang sendiri dengan didampingi beberapa staf ahlinya. Di tempat lain juga tampak para eksekutif Prostitution And Co, Drug Dealer Associates, serta Mafia Foundation. Tak ketinggalan Madame Laurent, pemilik perusahaan Meet And Great yang bergerak di bidang jasa kolusi dan perjodohan lintas bangsa.
Ketika announcer berseru memanggil namanya sekaligus mempersilahkan el diavolo tampil ke atas panggung, semua pengunjung menyambutnya dengan tepuk tangan berkepanjangan. Selang semenit kemudian tirai panggung pun dibuka, sambutan penuh antusias dari pengunjung kian menjadi-jadi. Panggung yang sangat besar, megah dan mewah. Dengan cahaya lampu berkelap kelip di setiap sudutnya. Sangat mirip dengan panggung yang digunakan dalam acara academy award. Pengunjung kian berdecak kagum dan bergemuruh ketika sejumlah lampu sorot dinyalakan, yang tertuju pada beberapa kotak kaca yang berisi senjata-senjata pusaka koleksi el diavolo.
Keriuhan berangsur-angsur mereda ketika el diavolo nampak akan memulai berbicara, “Slamat malam para pemujaku, para pengikutku dan semua budak-budakku. Dengan segala ketinggian hati akan kujelaskan satu demi satu pusaka-pusaka yang ada di sampingku“
Jeda beberapa detik sengaja diciptakan el diavolo untuk memberi kesempatan para pemujanya untuk bertepuk tangan. Bagi el diavolo ini adalah kemenangan awal.
“Yang berada tepat didekatku adalah senjata pusaka bernama Amarah. Tujuanku menggunakan senjata ini agar sasaranku kehilangan kendali. Pada saat itulah aku yang mengambil alih pengendalian. Akibatnya sasaranku akan menuruti apa saja yang aku mau. Petunjuk mengenai penggunaan senjata ini terdapat pada buku panduan di sebelah pusaka itu, yaitu buku berjudul Metode Sederhana Memancing Kemarahan. Seusai acara ini kamu semua bisa mempelajarinya melalui buku itu. Jika ada yang perlu ditanyakan kamu bisa menghubungi para staf ahliku melalui jasa layanan bisikan pada jam tengah malam”
Penjelasan yang singkat, padat dan efektif itu mendapat sambutan yang membahana. Kemenangan pun berlanjut.
“Sepasang senjata pusaka dihadapanku ini adalah Iri dan Dengki. Fokusnya pada bagian bawah dagu sasaranku, agar dia selalu menengadahkan kepala dan tak bisa melihat apa yang sudah diperoleh. Sehingga sasaranku akan selalu melihat pencapaian lebih orang lain”
Seorang pengunjung melambaikan tangan seraya bertanya, “Bukankah itu bagian dari teori motivasi ?”
Pertanyaan ini sudah diduga oleh el diavolo, dia pun memanfaatkan momen ini untuk kian menjerat pendengarnya, “Betul, melihat kelebihan pencapaian orang lain yang sesekali akan menimbulkan motivasi. Namun jika sasaranku tidak berhenti melihatnya dia akan dikuasai ketidakpuasan permanen. Pada saat itulah sasaranku akan mulai bergerak mengikuti perintahku. Dibanding senjata amarah tadi, dampak pengaruh yang ditimbulkan iri dan dengki bisa berlangsung lebih lama, sehingga aku bisa lebih leluasa menggerakkan sasaranku. Sebagaimana yang tadi, untuk menggunakan senjata ini aku telah menyediakan buku panduan berisi petunjuk cara kerja dan jurus-jurusnya. Buku ini berjudul Rich People Poor Me.
Pengunjung bergemuruh menyambut penjelasan tadi. Kemenangan kian menjadi-jadi.
“Para pemujaku yang aku rendahkan, senjata pusaka yang ini bernama Serakah. Berbeda dengan senjata yang sebelumnya, senjata ini hanya berlaku pada sasaran yang sudah menjadi pengikutku. Umumnya mereka adalah orang-orang yang sudah kaya harta, atau tepatnya yang sudah aku perkaya. Tujuannya sudah pasti agar sasaranku tetap mengikuti semua instruksiku. Penjelasannya terdapat pada buku berjudul Jangan Mau Miskin Kembali. Jika kamu membutuhkan penjelasan lebih, aku menyediakan bisikan plus bujukan hotline 24 jam langsung kepadaku”
Pengunjung bersorak, bertepuk tangan dan berdecak kagum. Kemenangan kian menuju puncaknya.
“Yang terakhir. Para pemujaku yang tidak sadar, ini adalah senjata pusaka yang paling aku andalkan, yang paling sering aku gunakan. Bahkan aku sampai lupa kapan terakhir kali aku memakainya”
Pengunjung tertawa, kesadaran telah terbang entah kemana.
“Senjata pusaka ini bernama Putus Asa. Sasarannya adalah mereka yang berhadapan dengan permasalahan kehidupan. Agar mereka memilih meyakini ketidakadilan, ketidakberuntungan, ketidakmampuan dan takdir yang buruk. Senjata ini sangat mematikan. Membuat sasaranku lebih dari sekedar menjadi pengikutku, tapi berpotensi membuat mereka menjadi budakku. Bahkan mereka berpotensi untuk menjadi pelayan setiaku. Penjelasan terperincinya ada pada buku berjudul “Laskar Pecundang”. Kamu semua yang ada disini berhak memilikinya secara cuma-cuma, dan aku bersedia memberikan tanda tanganku”
Pengunjung histeris, berteriak dan menjerit-jerit kegirangan. Kemenangan telah mencapai puncaknya. Acara itu berjalan dengan sukses, dan selesai tepat sebelum adzan subuh bergema.
+ + + + +
Dalam perjalanan pulang, ponsel el diavolo berbunyi,
“Bagaimana acaramu?”
“Sukses bos, aku jamin mereka semua kehilangan kesadaran”
“Bagus”
“Lalu, bagaimana dengan pensiunku, apakah aku kehilangan pekerjaanku?”
“Tentu tidak, sebagaimana sebelumnya aku hanya memberimu cuti sementara”
+ + + + +
Di sebuah taman di tepi danau yang indah, de angelo baru saja mendapat telepon dari bosnya. Masa cutinya telah selesai, adalah waktunya untuk kembali bekerja. Dia segera berkemas mempersiapkan ketiga senjata pusakanya, pisau sabar, pedang ikhlas dan tombak pasrah.
Kemarau panjang telah usai, musim penghujan siap hadir kembali membasahi bumi. Untuk mengairi sungai-sungai yang kering, menghijaukan rerumputan dan daun-daun, dan menyapa bunga-bunga agar bersemi dan mewangi.
to be wise is more joyfull than be a bad or good man
Thank’s for uncle B 1212
**********************************************************


No comments:
Post a Comment