Panasnya matahari seperti membakar hari, namun itu semua tak mematahkan semangat sumanto untuk terus bekerja menggarap sawahnya demi menghidupi istri dan lima anaknya yang masih kecil-kecil. Sebagai seorang yang tidak mengenal bangku sekolah sumanto sangat berpegang teguh pada ajaran leluhur, serta mitos yang telah berjalan secara turun temurun di tempat tinggalnya desa krembung kecamatan kraksan probolinggo. Namun itu semua mulai meluntur setelah dia mengikuti penyuluhan keluarga berencana di kantor kecamatan sebulan yang lalu, khususnya dalam sosialisasi penggunaan kondom. Dia sangat takjub, betapa sebuah benda yang mirip kantung plastic mini itu dapat menghindari terjadinya pertambahan anak dari setiap pasangan suami istri, Itu semua tak didapatnya dari bermacam-macam ramuan ataupun ritual mistis yang telah ada di desanya. Kekhawatirannya melihat anaknya yang bertambah banyak seiring masa panen yang kian tak pasti, menggugah semangatnya untuk mencoba menggunakan kondom, meskipun untuk itu artinya dia harus rela berjalan kaki sejauh lima kilo untuk membelinya di puskesmas kecamatan. Setiap membeli kondom sumanto selalu dilayani petugas puskesmas yang sama, poniran.
Poniran adalah seorang pengantin muda yang mengidap penyakit edi, alias ejakulasi dini. Namun dia tidak tahu kepada siapa dia mesti berkonsultasi tentang masalah seksualnya, atau lebih tepatnya dia malu untuk mengungkapkannya pada orang yang sudah dikenal, itulah sebabnya rutinitas sumanto dalam membeli kondom di tempat kerjanya memancing keberaniannya untuk bertanya. Baginya sumanto adalah orang yang sangat tidak bermasalah secara seksual, dia membayangkan sumanto selalu membeli kondom sepuluh hari sekali, satu bungkus berisi sepuluh, berarti dia menggunakannya setiap hari. Luar biasa pikir poniran, pasti ada rahasia dibaliknya, dan dia berniat mengetahuinya.
Ketika sumanto menampakkan batang hidungnya di puskesmas, poniran segera bersiap-siap dengan pertanyaannya yang sudah lama dihapalnya berulang-ulang, “Pak sumanto kuat ya, bisa kumpul istrinya setiap hari”
Sumanto menjawabnya malu-malu, “Ah ya nggak to nak, wong saya sudah tua. Ya sampeyan yang masih muda yang masih kuat”
Jawaban itu diluar dugaan poniran, dia tidak siap dengan pertanyaan berikutnya. Dia kecewa pancingannya tidak berhasil, dia harus membuat pertanyaan lain, itu berarti dia harus menunggu sepuluh hari lagi.
Sepuluh hari yang ditunggu poniran telah tiba, sumanto datang kembali ke puskesmas, dia telah siap dengan pertanyaannya yang baru. Kali ini tidak boleh gagal, pikirnya.
“Pak, sampeyan kan pakai kondom setiap hari, apa nggak capek?” pertanyaan poniran kali ini lebih mengarah.
Sumanto menjawab dengan keluguannya, “Ya enggak nak, wong tinggal pakai aja, dari pada anak saya tambah banyak”
“Tapi kan sampeyan pakainya tiap hari, kok kuat kumpul sama istrinya tiap hari?”
“Ya enggak nak, wong saya sudah tua, sudah nggak sekuat dulu” jawab sumanto malu-malu
“Lha pakai kondomnya kok setiap hari?”
“Ya setiap hari saya pakai, dari pagi sampai malam”
“Lho, lha kalau pas mau kumpul istrinya?”
“Ya saya copot”
+ + + + + + + + + +
Di kota le havre perancis, pasukan jerman baru saja mendapat telegram dari asisten hitler, jendral edwin rommel di berlin untuk meninggalkan kota itu. Sekejap mereka langsung melakukan persiapan, semua perlengkapan senjata di keluarkan untuk segera melakukan evakuasi.
Di kota nantes tetangga le havre, sersan lasagna diarra yang mendapat informasi persiapan senjata jerman tersebut segera melaporkannya pada komandannya kolonel louis riberry.
“Lapor komandan, pasukan jerman sedang mempersiapkan senjata, sepertinya mereka bersiap akan melakukan serangan. Apakah kita akan melakukan serangan lebih dulu?”
Kolonel louis riberry yang sedang serius membaca telegram tentang kabar istrinya yang sedang sakit keras tidak berminat untuk melihat kearah sersan lasagna diarra, dia sedang tidak ingin berpikir, dia hanya melambaikan tangan sambil berkata, “Jangan, bertahan!”
“Siap laksanakan !”
Sejam kemudian pasukan perancis dibawah komando sersan lasagna diarra bergerak menyerbu le havre. Sebagian besar pasukan jerman telah meninggalkan kota tersebut, sedikit yang tersisa memilih untuk melarikan diri. Kemenangan tersebut segara dilaporkan sersan lasagna diarra pada louis riberry, “Lapor komandan, le havre sudah berhasil kita rebut !”
Kali ini louis riberry yang masih memegang kertas telegram menoleh kearah sersan lasagna diarra dengan wajah penuh keheranan.
+ + + + + + + + + +
Wakidi adalah seorang peternak kambing, yang merupakan usaha warisan orang tuanya yang sudah meninggal dunia. Sewaktu orang tuanya masih hidup, wakidi sudah diperkenalkan tentang tata cara berternak kambing sejak kecil hingga dewasa, hingga kambing-kambing itu siap untuk dijual. Dari semua kegiatan mengurus kambing itu, yang paling disukai wakidi adalah menggembala kambingnya untuk mencari makan di padang rumput.
Duduk dibawah pohon rindang sambil memperhatikan kambing-kambingnya merumput, berteman pemandangan panorama indah lembah desa duwet kecamatan bojong pekalongan adalah sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi wakidi. Kegiatan itu berlangsung setiap hari, namun wakidi tak pernah bosan menjalaninya. Apalagi di sore yang sejuk itu dia ditemani kekasihnya sumiyatun, gadis anak tetangga yang ingin dinikahinya. Duduk berdampingan dibawah pohon, sambil sesekali melihat kambingnya, berteman hembusan angin sejuk membuat wakidi seperti melayang-layang di angkasa.
Semuanya berjalan baik-baik saja, sempurna seperti adanya, sampai ketika mata mereka berdua tertuju pada tingkah seekor kambing pejantan yang mendekati seekor kambing betina. Kedua kaki depan kambing pejantan yang sedang horni itu naik kepunggung si betina, mereka siap untuk bercinta. Kejadian itu membuat pasangan romi dan yuli dari desa tersebut sama-sama tersenyum malu-malu.
Entah mungkin karena bisikan angin dari arah yang tidak jelas, kejadian itu menggoda wakidi untuk mencoba menyampaikan hasratnya pada sumiyatun dengan sedikit malu-malu.
“Dek” sapanya mesra menggoda, “Aku pengin lho seperti yang dilakukan kambing-kambing itu”
Sumiyatun menjawab dengan senyum-senyum tak kalah manjanya, “ Ya nggak papa to mas, wong itu kambing-kambingnya mas sendiri”
+ + + + + + + + + +
Semenjak sumanto menggunakan kondom setiap hari, dia tak lagi takut-takut untuk mengajak istrinya bercinta. Istrinya merasa bahagia, karena dipikirnya keengganan sumanto untuk menyentuhnya selama beberapa waktu karena sumanto sudah tidak mencintainya lagi. Kemesraan mereka yang sudah lama menghilang bersemi kembali.
Selama perang dunia I, kolonel louis riberry sudah tak bertemu istrinya untuk sekian lama. Pertemuannya dengan istrinya sudah cukup untuk menuntaskan kerinduan diantara mereka, meskipun itu terjadi di rumah sakit. Dan pertemuan itu sekaligus menjadi obat mujarab bagi kesembuhan istrinya. Tidak cukup disitu, kolonel louis riberry juga mendapat perintah menghadap ke markas besar angkatan bersenjata di paris untuk menerima penghargaan sebagai jasanya merebut kota le havre dari pendudukkan jerman. Bagi napoleon Bonaparte kemenangan le havre adalah kemenangan penting dalam usahanya mempersatukan perancis kembali.
Sumiyatun tidak mau menunggu lebih lama, dia mendesak wakidi untuk segera menikahinya. Akhirnya harapan wakidi untuk menikah kekasihnya pun kesampaian. Mereka berdua hidup bahagia, sumiyatun selalu mendampingi wakidi kemanapun dia berada, terutama jika wakidi sedang bersama kambing-kambingnya. Sumiyatun khawatir jika suami yang dicintainya menderita kelainan seksual.
Kesalahpahaman tidak selalu bermakna merugikan, sementara dilain waktu cinta akan selalu berusaha memaksakan kehadirannya, dengan memanfaatkan celah-celah yang terjadi diantara kehidupan umat manusia. Salah satu celah itu adalah …… kesalahpahaman.
**********************************************************


No comments:
Post a Comment