
Pada era tahun 60-an, tepatnya sesudah masa fascisme benito mussolini, negeri Italia memasuki sejarah baru. Mereka tidak lagi mengenal istilah diktator akan tetapi sebuah sistem pemerintahan demokrasi liberal yang berada dibawah pimpinan seorang perdana menteri. Namun sesungguhnya italia tidak pernah meninggalkan akar sejarahnya, dimana kekuasaan wilayah masih bergantung pada para capo regim, atau yang lebih dikenal dengan istilah mafia.
Pada masa itu wilayah kekuasaan terbagi pada tiga capo regim, mereka adalah don altobelo, don barzani dan don clemenza. Pengaruh kekuasaan tiga keluarga ini pada pemerintahan italia sangat kuat, bukan rahasia lagi jika pemilihan semua pejabat penting, anggota senat hingga aparat kepolisian tak pernah lepas dari campur tangan mereka.
Diantara mereka bertiga don altobelo adalah yang tertua. Daerah kekuasaannya meliputi italia bagian utara, membujur dari kota milan hingga roma. Kota-kota yang dihuni masyarakat kelas atas dengan basis bisnis legal atau illegal dari pertokoan, tempat hiburan hingga industri, yang menggerakkan lebih dari separuh kekuatan ekonomi italia. Bisa ditebak, don altobelo adalah yang terkaya dibanding dua pesaingnya. Bahkan karena banyaknya koneksi politik yang ada disakunya, don altobelo disebut sebagai capo da capo.
Don altobelo sudah lanjut usia, bahkan sering sakit-sakitan. Operasi jantung bypas terakhirnya adalah pertanda bahwa kematian bisa menjemputnya sewaktu-waktu. Calon pewaris tahtanya adalah vicenzo altobelo. Putra kandung don altobelo ini masih tergolong muda, usianya baru menginjak dua puluh enam tahun. Kegemaran vicenzo berfoya-foya dan emosinya yang mudah meledak-ledak adalah gambaran bahwa dia belum siap untuk menjadi seorang don menggantikan ayahnya. Namun keresahan don altobelo berkaitan dengan tingkah laku anaknya sedikit terobati, karena dia memiliki seorang cansiglieri kelas satu yang sudah seperti putra kandungnya sendiri, antonio de souza. Pada antonio lah don altobelo menyandarkan harapannya untuk mengawal proses suksesi bila saatnya tiba.
+ + + + +
Sedikit orang yang tahu bahwa giorgio barzini adalah seorang fascis, dia adalah pemuja fanatik musolini. Baginya sistem pemerintahan yang baru hanya akan membawa italia pada kehancuran. Itulah sebabnya basis kekuatan don barzini berpusat pada bagian timur dan selatan italia, yang banyak dihuni masyarakat kelas bawah. Dia berusaha keras agar masyarakat selatan yang sosialis bisa bersaing dengan masyarakat wilayah utara yang lebih kapitalis. Untuk itu dia harus berhadapan dengan don altobelo.
Tidak sekali dua kali don altobelo membatasi gerak bisnisnya, baik melalui transaksi legal atau illegal. Bahkan sangat sedikit UU italia yang berpihak padanya, itu semua karena pengaruh kuat don altobelo pada semua anggota senat. Segala keterbatasan itu terkadang membuat don barzani tertekan dan frustasi, dalam kondisi seperti itu dia selalu menyampaikan keluhannya pada istrinya sonia.
Bagi don barzani, istrinya sonia yang telah memberinya sepasang putra dan putri yang masih kecil-kecil itu adalah keberuntungan terbesar dalam hidupnya. Sonia adalah seorang katholik yang taat, dan sering aktif dalam setiap kegiatan di lingkungan gereja. Kesabaran sonia dalam menyikapi berbagai situasi sangat berarti bagi don barzani dalam menjalankan roda bisnisnya. Setiap don barzani mengungkapkan keluh kesahnya, sonia selalu berkata, “Sabarlah giorgio, semua akan sempurna pada waktunya” rosario tak pernah lepas dari genggaman tangannya. Kata-kata itu bak kekuatan magis yang mampu membuat don barzani merasakan kedamaian ditengah-tengah tekanan yang menderanya.
+ + + + +
Santino clemenza adalah don termuda diantara tiga capo regim, usianya sebaya dengan vicenzo, putra don altobelo. Santino mewarisi bisnis keluarga dan resmi menyandang gelar don dua tahun silam setelah kematian ayahnya. Wilayah kekuasaannya adalah bagian barat italia, secara teritori wilayahnya adalah yang terkecil dibanding yang lain. Namun karena cukup banyaknya industri dan masyarakat kaya di wilayah itu, kekayaan bisnis keluarga clemenza masih diatas keluarga barzani. Namun itu semua belum memuaskan santino. Sesuai pesan almarhum ayahnya bahwa perjanjian sicilia tujuh tahun yang lalu sangat merugikan bisnis keluarganya, sebaliknya sangat menguntungkan keluarga altobelo. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa suatu saat akan mengembalikan kejayaan keluarga clemenza yang pernah dicapai kakeknya yang memiliki nama yang sama dengan dirinya, santino.
Santino dengan monica istrinya adalah pasangan muda idola masyarakat italia, mereka menganggap pasangan itu adalah pasangan yang sempurna. Santino yang pengusaha muda dan memimpin bisnis keluarga berdampingan dengan seorang mantan miss italia yang tak hanya cantik tapi juga ramah dan cerdas. Di suatu waktu santino tampak hadir dalam acara resmi bisnis atau politik, dilain tempat monica sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Dikala bersama di suatu acara, tak ada satupun mata yang tak memandangnya.
Santino tak menampiknya, keberadaan monica sangat menunjang kelancaran bisnisnya, dia ikut berperan dalam mengangkat nama keluarga clemenza.
Namun dibalik semua itu, bagi santino monica adalah istri yang membosankan. Segala kesantunannya diluar senantiasa dibawanya hingga kerumah. Penampilannya yang bak putri dalam cerita dongeng membuat suasana di rumah menjadi serba canggung dan kaku bagi santino. Itu semua menjadi alasan bagi santino untuk menjalin hubungan selingkuh dengan seorang reporter olah raga valeria peleggrini. Dimata santino valeria jauh lebih bebas bahkan sedikit liar, tak terkesan malu-malu atau basa-basi, dan yang pasti hangat di ranjang. Dihadapan valeria santino merasa seperti menjadi dirinya sendiri, apa adanya. Selain itu valeria juga sangat sexy dan cerdas.
+ + + + +
Antonio de souza memiliki karakter wajah khas seorang italiano, tulang wajah yang keras, tampan dan bermata biru. Tubuhnya tegap dan atletis. Sikap jarang bicara dan ketenangan yang dimilikinya memancarkan pesona wibawa yang membuatnya disegani kawan ataupun lawan. Banyak wanita cantik yang terpikat padanya, namun tidak sedikit yang patah hati karena ditolak cintanya. Disamping perannya sebagai orang kepercayaan keluarga altobelo, antonio tak pernah jauh dari gosip yang berkaitan dengan wanita-wanita cantik di sekitarnya. Suatu ketika dia digosipkan dengan cassandra mantovani, seorang pengacara cantik yang terkenal membela kasus-kasus mafia, dilain waktu dia digosipkan dengan super model italia yang cantik dan sexy bianca massaro. Namun gosip-gosip itu berlalu begitu saja. Karena tidak ada satupun yang tahu bahwa antonio de souza terlanjur jatuh hati pada seorang wanita asal kota kecil trevio yang letaknya di tepi laut dan sangat jauh dari hiruk pikuk kota besar. Wanita itu bernama andrea castellini.
Antonio sangat mengagumi kesederhanaan andrea, sikap dan cara bicara yang jujur apa adanya membuat antonio tak mampu berpaling pada yang lain. Sangat jauh berbeda dengan wanita-wanita cantik yang dikenalnya di kota besar yang menurutnya lebih sering terkesan berpura-pura. Meskipun antonio sendiri sampai detik itu masih merahasiakan nama dan pekerjaannya yang sebenarnya. Dia tak ingin hubungannya dengan andrea yang sudah terjalin cukup baik selama ini menjadi terganggu karena nama dan reputasinya. Antonio sendiri tidak tahu sampai kapan dia akan merahasiakannya, kapan atau bagaimana dia akan mengungkapkan jati dirinya.
Antonio tidak mengingkari, bahwa hubungannya dengan andrea adalah cinta antara dua dunia yang berbeda.
+ + + + +
Dimata antonio de souza, don altobelo adalah bos, ayah sekaligus guru bagi dirinya. Wawasan yang dimiliki don altobelo sangat luas, dan sangat bijaksana dalam membaca sebuah situasi, sehingga dalam situasi apapun pikirannya mampu melahirkan keputusan-keputusan yang strategis. Bagi antonio, don altobelo adalah seorang capo regim sejati. Namun ketika melihat kondisi fisik don altobelo yang kian jauh menurun antonio pun menjadi resah, keresahannya ini disampaikannya pada don altobelo pada suatu malam di ruang kerjanya sebelum beristirahat.
“Ayah, aku mendapat informasi bahwa pada saat ini keluarga barzani dan clemenza merekrut prajurit-prajurit baru dalam jumlah banyak”
Don altobelo tersenyum, “Tony boy, dimasa mendatang negeri ini akan menjadi semakin kapitalis seperti negeri-negeri tetangga, dan itu tak akan dapat dihindari. Aku akan lebih membutuhkan pengacara-pengacara handal agar bisa menjadi seorang cansiglieri hebat seperti dirimu”
“Apakah ayah tidak memperhitungkan mereka sebagai ancaman dikemudian hari ?” tanya antonio dengan nada rendah.
“Antono, tahukah kamu tentang arti keseimbangan ? Sebenarnya sangat mudah bagiku untuk menyingkirkan mereka, namun aku memilih membiarkannya dengan alasan-alasan tertentu. Sebagian masyarakat italia selatan masih setengah hati menerima pembaharuan, biarlah itu untuk sementara waktu menjadi beban barzini. Kalau industri-industri sudah memasuki wilayah selatan, fascisme akan sirna dengan sendirinya. Pada saat itu barzini akan lebih sibuk dengan musuh-musuh barunya”
Antonio tersenyum, dalam hatinya dia memuji kejeniusan gurunya dalam membaca situasi, “Bagaimana dengan keluarga clemenza?”
“Santino masih terlalu muda, dia hanya memikirkan bisnisnya sendiri. Dia kurang perduli dengan masalah-masalah negeri ini, itulah sebabnya birokrat menjaga jarak dengannya. Katakan padaku, bagaimana dia bisa mengembangkan bisnisnya? Ingatlah pada pertemuan dua bulan lalu, ketika dia bermaksud meminta salah satu koneksi politik keluarga kita. Aku tak memberinya, karena dia lakukan itu semata-mata demi kepentingan bisnisnya sendiri. Itu semua sudah cukup bagi kita untuk membaca kelemahannya. Dia bukan ancaman serius antonio”
Antonio mengangguk-angguk, baru saja don altobelo mengajarkan padanya tentang bagaimana menentukan sikap bisnis berdasarkan visi yang jelas setelah membaca situasi secara keseluruhan. Sesudahnya antonio memapah don altobelo menuju kamar tidurnya.
Ketika hendak berpamitan, don altobelo memegang tangannya sambil berkata, “Aku tahu yang meresahkan hatimu antonio. Suatu saat mungkin akan terjadi beberapa perubahan yang berujung pada keseimbangan baru. Aku percaya dengan seluruh kemampuanmu kamu akan berperan besar dalam terbentuknya keseimbangan baru itu”
Kata-kata itu terlalu sulit dipahami antonio, dia memilih menganggukan kepala dan berpamitan pulang.
+ + + + +
Pukul dua dini hari don altobelo mengalami gangguan jantung dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun don altobelo tak mampu lagi bertahan lebih lama, pukul tiga pagi dokter pribadinya menyampaikan kabar bahwa don altobelo telah tiada.
Berita kematiannya tersebar begitu cepat ke seantero italia, bahkan telah sampai ke telinga don barzini dan don clemenza. Acara pemakamannya berlangsung besar-besaran, semua media meliputnya. Beberapa pejabat dan tokoh-tokoh penting tampak hadir untuk mengantar don altobelo menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.
Seusai pemakaman, di ruang kerja pribadi don altobelo sedang terjadi sebuah ritual lama yang telah berlangsung turun temurun. Di ruang itu vicenzo altobelo sedang duduk di kursi mendiang ayahnya, sementara para pengikut setia keluarga altobelo bergantian mencium tangannya. Yang pertama melakukannya adalah antonio de souza.
Vicenzo altobelo telah resmi menjadi seorang don, menjadi pemimpin bisnis keluarga dan resmi sebagai capo regim yang baru.
Tamu pertama yang diterima vicenzo altobelo adalah utusan don clemenza, dia menyampaikan tawaran tentang kemungkinan diadakannya sebuah perundingan untuk memperbaiki perjanjian sicilia yang telah disepakati tujuh tahun silam.
Seperti sudah diduga vicenzo langsung emosi, sebelum meledak antonio menenangkannya dan berkata pada utusan don clemenza, “Dengan segala hormat tolong sampaikan pada don clemenza, sebagai bentuk rasa hormat kami pada mendiang don altobelo, untuk sementara ini kami tidak akan membicarakan masalah bisnis dengan pihak manapun”
Sepulang utusan itu vicenzo melanjutkan ledakan amarahnya disertai sumpah serapah. Dalam pikiran antonio de souza, tekanan itu telah dimulai.
+ + + + +
Perang-perang kecil telah dimulai, antonio de souza lebih sibuk menenangkan vicenzo altobelo, “Sabarlah vincent, mereka melakukan itu hanya agar kita mau berunding, bola masih di tangan kita”
Sementara di kota Napoli don barzani sedang mencermati perkembangan situasi, berpikir keras mencari celah yang tepat untuk memulai sebuah langkah besar.
+ + + + +
Santino clemenza tengah terbaring bertelanjang dada, tangan kirinya memeluk mesra valeria yang merapatkan tubuhnya tanpa batas, mereka habis bercinta. Mata santino menerawang ke langit kamar, memikirkan kegagalan usahanya untuk memaksa keluarga altobelo untuk mengadakan perundingan. Dia kehabisan akal, gangguan-gangguan kecil yang dilakukannya tak menghasilkan apa-apa. Kekuatan yang dimilikinya sangat terbatas untuk membuat tekanan yang lebih besar, semua yang ada dalam pikirannya ditumpahkan pada valeria.
Valeria tidak mengubah posisinya, dengan kepala yang masih bersandar di dada santino dia berkata, “Kekuatanmu mungkin tidak sebanding dengan keluarga altobelo, namun jika kamu berhasil membujuk don barzani untuk bergabung mungkin hasilnya akan berbeda. Tawarkan saja kesepakatan politik kepadanya, sementara jalur bisnis tetap menjadi milikmu”
Santino melepaskan pelukannya, kedua tangannya memegang wajah valeria sambil tersenyum berseri-seri, kemudian mencumbunya. Mereka bercinta lagi.
+ + + + +
Pada malam sebelum berangkat menuju pertemuannya dengan santino clemenza, don barzani berkata pada istrinya, “Sonia, mungkin saatnya sudah semakin dekat”
Istrinya berkata, “Aku akan mendoakanmu giorgio, semoga Tuhan menyertai setiap langkahmu”
Don barzani pun melangkahkan kakinya dengan kemantapan hati. Sementara sonia merasakan kegelisahannya semakin menjadi-jadi, diapun menggenggam erat rosarionya, dan berdoa.
+ + + + +
Serangan dari dua arah tersebut cukup memecah konsentrasi antonio de souza, namun dia lebih sibuk mengendalikan emosi vicenzo altobelo, “Tenanglah vincent, jangan terpancing dulu. Sekarang bukanlah saat yang tepat untuk balik menyerang. Biarkan mereka lebih dulu merasa sia-sia dengan usahanya, karena mereka tahu bahwa bola masih ditangan kita”
Meskipun jengkel, vicenzo mengakui kebenaran kata-kata antonio. Dia kagum dengan kejelian antonio dalam membaca situasi, tidak salah jika ayahnya mempercayainya sebagai cansiglieri.
+ + + + +
Sudah satu minggu serangan bersama dilakukan, namun masih belum ada tanda-tanda dari keluarga altobelo untuk mengadakan perundingan. Bahkan kepolisian kian ketat menjaga semua tempat bisnis keluarga altobelo. Santino clemenza membaca perkembangan situasi itu dari koran pagi dengan perasaan jengkel, namun dia memendamnya karena sedang sarapan pagi dengan istrinya monica.
“Tahukah kamu suamiku, siapa yang kutemui tadi malam di acara amal penggalangan dana bagi anak-anak korban perang?” tanya monica.
Santino menaikkan alisnya tanda tidak tahu.
“Antonio de souza” jawab monica sendiri “Dia sangat kharismatik. Aku percaya dia menyimpan kecerdasan yang luar biasa, sangat wajar jika don altobelo mempercayakan semua urusan bisnis keluarga kepadanya”
Santino mengangguk sambil tersenyum sebagai tanda mengiyakan kata-kata istrinya, berusaha menahan perasaan cemburu. Istrinya sudah sering kali memuji kelebihan orang lain, namun kali ini berbeda karena yang dipuji adalah musuhnya.
Namun setelah beberapa lama, senyum santino mengembang. Diciumnya kening istrinya dan segera beranjak pergi. Disitulah kuncinya, disitulah jawabannya, dia tahu apa yang harus dilakukan.
+ + + + +
Antonio de souza dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi andrea kekasihnya, sudah pasti lewat jalur khusus yang tidak diketahui orang lain dan dengan penyamaran yang sempurna. Dia tidak ingin andrea ikut terancam karena resiko pekerjaannya. Masalah-masalah yang dihadapi keluarga altobelo akhir-akhir ini cukup memusingkan dirinya, setelah pertemuannya dengan andrea, antonio merasa jauh lebih tenang. Wajah cantik andrea dan segala kesederhanaannya mampu meluruhkan semua beban pikirannya. Yang lebih istimewa andrea memberinya hadiah sebuah topi baretta, untuk mengganti topi baretta yang lama yang biasa dia pakai setiap mengunjungi andrea. Katanya topi baretta antonio yang lama sudah terlihat jelek.
+ + + + +
Telepon berdering ketika antonio sampai di rumahnya, vicenzo mengajaknya bermain golf atas undangan enzo pelizoli seorang pejabat senat. Antonio segera pergi ke rumah kediaman keluarga altobelo tanpa berganti pakaian, menurutnya pakaian santainya sudah sesuai, terlebih topi barunya. Ketika mobil antonio telah sampai di muka pintu gerbang kediaman keluarga altobelo, beberapa orang mengawasinya dari kejauhan, antonio tak menyadarinya, mobilnya meluncur ke halaman seperti biasanya. Vicenzo sudah menunggu, dia menyambut antonio dengan senyum khasnya, wajahnya sangat mirip mendiang ayahnya. Ketika hendak berangkat, mata vicenzo tertuju pada topi Antonio, “Hey, topimu bagus boleh kucoba?”
Setelah mengenakannya dia bertanya, “Bagaimana kelihatannya? Apakah sudah mirip dengan pemain golf pro?”
Antonio tersenyum, “Kamu mirip sekali dengan ayahmu waktu masih muda”
Mereka tak ingin membuang waktu lagi lebih lama, segera melangkah menuju mobil dengan pengawalan ketat seperti biasa. Namun vicenzo lupa mengembalikan topinya, antonio pun segan mengingatkannya. Perjalanan iring-iringan dengan dua mobil pengawal itu pada awalnya lancar-lancar saja, namun ketika memasuki sebuah perempatan jalan tiba-tiba sebuah mobil berhenti mendadak di depan mobil pengawal yang di depan, tak ayal terjadi tabarakan beruntun antara mobil yang ditumpangi vicenzo dan antonio dengan mobil pengawal yang di depan maupun belakang. Insting antonio mengingatkan tanda bahaya, bersamaan dengan tabrakan itu sebuah sepeda motor melintas di samping mobil tepatnya disisi vicenzo altobelo sambil melepas beberapa tembakan yang memecahkan kaca jendela, dengan gerak cepat antonio menunduk dan tiarap ke lantai mobil. Dia sempat melihat kepala vicenzo dengan topi baretanya bersimbah darah, vicenzo altobelo mati tertembak tepat di kepalanya. Sesudah itu para pengawalnya sibuk melindunginya dengan senjata otomatis ditangan. Namun tak ada lagi serangan susulan. Antonio segera memutuskan untuk pulang ke rumah pribadinya, berikut jasad vicenzo altobelo.
Dalam perjalanan itu antonio berpikir keras untuk memahami situasi mengerikan yang baru saja terjadi. Dia mengurutkan semua kejadian sebelum peristiwa itu, akhirnya dia mengerti, jelas baginya bahwa dialah yang sebenarnya diincar oleh si pembunuh. Topi andrea telah menyelamatkan nyawanya.
+ + + + +
Hampir satu jam waktu yang dihabiskan antonio de souza untuk berpikir menentukan langkah-langkah yang harus diambil. Dia merenungkan semuanya, masa lalu, bisnis, keluarga altobelo dan kehidupan pribadinya. Dia harus bergerak cepat.
Langkah pertamanya adalah memanggil seluruh jajaran direksi semua unit usaha keluarga altobelo. Antonio menyuruh mereka menyusun draft dewan komisaris sebagai pengelola bisnis keluarga altobelo yang sah. Dalam draft itu tidak tercantum nama antonio de souza.
Sesudahnya dia menyentuh gagang telepon dan menghubungi beberapa orang dekat yang merupakan koneksi politik keluarga altobelo. Semuanya merujuk pada suatu pertemuan rahasia secepat mungkin.
+ + + + +
Gereja fransiscus de arsisi terletak di pinggir kota Milan, sebuah gereja kuno dengan latar belakang pemandangan alam yang indah. Di halaman samping gereja telah berkumpul beberapa orang penting italia. Mereka duduk di kursi masing-masing menghadap sebuah meja panjang yang telah disediakan. Selain antonio de souza mereka adalah inspektur polisi emilio tardini, pemilik media cetak dan televisi la gazetta stefano mondonito, staf menteri keuangan roberto bazagli, anggota senat mario tardeli dan sudah pasti Bapa cesare andolini. Mereka adalah orang-orang yang sangat dekat dan memiliki hutang budi dengan mendiang don altobelo.
Setelah Bapa cesare andolini selesai membuka pertemuan itu dengan doa, inspektur emilio tardini buru-buru memecahkan suasana, “Oke toni, katamu kamu punya usulan penting untuk menyelesaikan segala kekacauan ini”
Antonio pun menjelaskan semuja rencanannya, sangat detail dari awal hingga akhir. Dia memaparkannya dengan sangat cermat, tak ada satupun yang terlewatkan, termasuk segala dampak yang akan terjadi. Semuanya merujuk pada suatu kepentingan yang lebih besar, untuk negri italia. Antonio mengakhirinya dengan kata-kata, “Demi keseimbangan baru”
Semua yang hadir termanggu dan kagum pada antonio, mereka semua tahu bahwa itu adalah pilihan yang sulit. Namun mereka juga mengakui kehebatan rencana itu, dan mungkin itu adalah jalan keluar yang terbaik.
Setelah terjalin kata sepakat, satu demi satu mereka menyalami dan memeluk antonio de souza. Sewaktu bersalaman inspektur polisi emilio tardini bertanya, “Toni, apakah kamu sungguh-sungguh akan melakukannya?”
Antonio mangangguk mantap, lalu memeluk inspektur polisi itu sambil berkata, “Aku mengandalkanmu emilio”
Sesudah mereka semua pergi, antonio de souza melangkah kedalam gereja didampingi Bapa cesare andolini untuk melakukan pengakuan dosa.
Pada akhirnya antonio de souza mengerti pesan terakhir mendiang gurunya don altobelo.
+ + + + +
Setelah mendapat laporan tewasnya antonio de souza, malam harinya Santino clemenza merayakannya dengan kekasihnya valeria. Setelah bercinta beberapa kali, dini hari santino buru-buru pulang karena teringat paginya dia mesti menemani istrinya monica untuk persiapan peresmian butik barunya.
Ketika sampai di balik pintu santino terlambat menyadari bahwa orang-orang yang berjaga dibalik pintu bukan pengawal-pengawal pribadinya. Dua peluru bersarang di dadanya, ketika dia mencoba untuk bereaksi peluru ketiga menembus kepalanya. Santino clemenza tewas tersungkur di depan pintu apartemen kekasihnya.
+ + + + +
Don barzani sudah mendapat kabar tentang kematian antonio de souza beberapa jam sebelumnya dari santino clemenza. Namun dia lebih suka memastikannya melalui koran pagi yang memuat berita kematian tragis antonio de souza sebagai headline, terlebih berita itu disampaikan secara resmi oleh temannya inspektur polisi emilio tardini. Dia segera memberi kabar enzo pelizoli, bahwa rencana mereka berhasil. Enzo pelizoli yang juga pendukung fascis ikut merasa senang, meskipun hanya mendapat peran kecil mengajak don vicenzo altobelo dan antonio de souza bermain golf. Yang lebih penting dia bisa membalas budi pada don barzini yang telah banyak membantu karirnya.
Don barzini tampak bersemangat pagi itu, dia akan mengadakan pertemuan dengan koleganya untuk membahas langkah besar selanjutnya, karena salah satu penghalang besarnya telah disingkirkan. Sebelum pergi dia mencium kening istrinya, “Sonia, sepertinya saatnya telah tiba”
Istrinya hanya tersenyum, tidak berkata apa-apa, jantungnya berdegup kencang. Setelah suaminya pergi dia berdoa, rosario masih tergenggam erat di tangannya.
Sesampai di tempat pertemuan, don barzani berpelukan dengan sesama kompatriotnya sambil berbagi senyum. Bagi mereka kematian antonio de souza adalah pertanda bahwa keluarga altobelo sudah bukan lagi penghalang bagi mereka.
Ketika mereka sudah duduk di kursi masing-masing dan bersiap untuk memulai pertemuan itu seorang polisi masuk ruangan membawa sebuah bingkisan. Dia hanya berkata, “Dari inspektur emilio tardini”
Bersamaan dengan diterimanya bingkisan itu oleh don barzini sebuah ledakan yang sangat keras terdengar dari ruangan itu. Ledakan itu tak hanya membuat gedung itu menjadi puing-puing, namun juga menewaskan semua yang ada di dalamnya, termasuk don barzini. Di tempat lain, sonia barzini menghentikan doanya, karena rosarionya terjatuh.
+ + + + +
Berita di koran keesokan paginya lebih heboh dibanding sehari sebelumnya. Kematian tragis sejumlah orang yang diduga organisasi pengikut fascisme termuat di head line, organisasi pendukung nasionalis moderat mengaku bertanggung jawab atas perbuatan itu. Organisasi itu juga bertanggung jawab atas anggota senat enzo pellizoli yang ditemukan tewas tergantung di rumah mewahnya.
Berita lain adalah kematian dua capo regim santino clemenza dan vicenzo altobelo, inspektur polisi emilio tardini menyampaikan pernyataan resmi bahwa kejadian itu karena persaingan bisnis antara keduanya. Santino dipastikan mati tertembak, sedangkan vicenzo altobelo mati karena bom yang meledak di dalam mobilnya.
Semua kejadian itu menandakan, tak ada lagi capo regim di italia.
+ + + + +
Setahun telah berlalu, italia tengah memasuki musim semi. Suasana di tepi pantai kota trevio tampak cerah, sekumpulan burung camar yang sesekali hinggap di tepi laut memperindah pemandangan alam khas trevio. Sebagian orang berjemur atau berenang di laut, sebagian lagi memenuhi café de amore untuk makan atau sekedar minum kopi.
Andrea castelini si pemilik café sibuk menebar senyum di meja kasir, sementara suaminya tampak sibuk bersama para juru masaknya. Sesekali mereka saling beradu pandang dengan senyum penuh arti. Tidak jarang teman-teman andrea memuji ketampanan suaminya, bahkan ada seorang temannya yang berkata wajah suaminya setampan antonio de souza. Biasanya andrea hanya tersenyum atas segala pujian itu, dia mengerti bahwa suaminya merasa kurang nyaman dengan segala pujian yang dialamatkan kepadanya. Namun dia tidak perduli dengan apapun kata orang, baginya satu-satunya orang yang dia cintai dan yang mencintai dirinya adalah suaminya ernesto signori, bukan antonio de souza, bukan siapa-siapa.
Sebagian berkata wanita adalah penghias cerita
yang memberi sentuhan keindahan pada kehidupan
Namun disitulah letak kekuatannya,
keberadaannya mempengaruhi jalannya cerita
dan menentukan akhir peristiwa
Segala daya akan sirna dihadapan ketidakberdayaan
segala kekuatan akan pudar dihadapan kesederhanaan
begitulah adanya
Especially for all my best friend in the past,
with all my respect
**********************************************************


No comments:
Post a Comment